WAJO — Pemerintah Kabupaten Wajo menggelar peringatan Hari Jadi Wajo (HJW) ke-627 secara khidmat di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Kamis (9/4/2026). Momentum bersejarah ini menjadi ajang refleksi perjalanan panjang daerah yang telah berdiri sejak tahun 1399.
Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Sultan Tajang, mengatakan peringatan Hari Jadi Wajo bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat persatuan, solidaritas, dan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.
Menurutnya, usia 627 tahun menandai perjalanan panjang Wajo sejak awal berdirinya di bawah pohon Bajo (Bajo-ajo), yang menjadi simbol sejarah lahirnya daerah berjuluk Bumi Lamadukkelleng tersebut.
“Momentum Hari Jadi Wajo ini harus dimaknai sebagai refleksi bersama untuk mengokohkan kebersamaan menuju Wajo Maradeka,” ujar Sultan Tajang.
Ia menjelaskan, semangat Maradeka menjadi tekad besar masyarakat Wajo untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, kemajuan pembangunan, kekuatan sosial budaya, serta martabat dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, Sultan Tajang mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan hari jadi sebagai penguatan komitmen bersama dalam mendorong pembangunan daerah di berbagai sektor strategis.
“Mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan melalui UMKM, hingga sektor pertanian yang menjadi tulang punggung masyarakat Wajo harus terus didorong secara berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai identitas daerah di tengah arus modernisasi yang semakin berkembang.
“Semangat merawat nilai budaya dan kearifan lokal Bumi Lamadukkelleng harus tetap menjadi fondasi dalam pembangunan daerah,” tambahnya. (*)





















