Sulawesi Selatan

Sulsel–Jepang Jajaki Kerja Sama Infrastruktur dan SDM, KPBU Jadi Opsi Strategis

Tim Redaksi
×

Sulsel–Jepang Jajaki Kerja Sama Infrastruktur dan SDM, KPBU Jadi Opsi Strategis

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sulsel dan Jepang Bahas KPBU Infrastruktur hingga Peluang Kerja Lulusan SMK
Pemprov Sulsel dan Jepang Bahas KPBU Infrastruktur hingga Peluang Kerja Lulusan SMK

MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membuka peluang kerja sama strategis dengan Jepang, mencakup sektor infrastruktur, energi, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di pasar global.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, dengan Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Ohashi Koichi, serta Penasehat Japan International Cooperation Agency (JICA) Wilayah Sulawesi, Shintani Naoyuki, di Ruang Sekda Sulsel, Selasa (28/4).

Dalam pertemuan tersebut, salah satu fokus pembahasan adalah skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebagai alternatif pendanaan proyek infrastruktur.

Skema ini dinilai mampu mendorong pembangunan tanpa membebani anggaran daerah secara langsung, sekaligus membuka ruang bagi investasi swasta.

“KPBU menjadi opsi strategis, terutama untuk proyek-proyek besar seperti jalan tol dan transportasi massal,” ujar Jufri.

Selain infrastruktur, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan energi ramah lingkungan, termasuk rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) sebagai solusi pengelolaan limbah di perkotaan.

Di sektor SDM, Pemerintah Jepang menunjukkan minat memperkuat pendidikan vokasi di Sulawesi Selatan. Rencananya, instruktur dari Jepang akan dikirim untuk mengajar di sejumlah SMK, khususnya pada bidang teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri di Negeri Sakura.

Program ini dinilai sejalan dengan upaya link and match antara dunia pendidikan dan industri global. Jufri menyebut, peluang kerja di Jepang terbuka lebar, terutama pada sektor tertentu seperti perawatan lansia.

“Ini peluang besar bagi lulusan SMK kita. Tapi selain keterampilan teknis, mereka juga perlu dibekali bahasa dan pemahaman budaya Jepang,” jelasnya.

Pemprov Sulsel juga menekankan pentingnya perlindungan tenaga kerja serta standar kompetensi agar kerja sama tersebut berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat optimal bagi kedua pihak.

Sementara itu, Ohashi Koichi menyampaikan apresiasi atas sambutan pemerintah daerah. Ia menilai hubungan antara Jepang dan Sulawesi Selatan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Pertemuan ini sangat berarti dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat lokal di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Ke depan, kedua pihak sepakat untuk membuka ruang diskusi lanjutan guna memastikan berbagai peluang kerja sama dapat direalisasikan dalam bentuk program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dengan penjajakan ini, Sulawesi Selatan berharap dapat memperluas jejaring internasional sekaligus mempercepat pembangunan berbasis investasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. (*)