LUWU – Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Dapil Sulsel XI (Luwu Raya) Fraksi Harapan, Hj. Asni, S.Pi., memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian Prof. Dr. Hj. Syamzan Syukur, M.Ag., yang resmi menyandang gelar Guru Besar dalam bidang Historiografi Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Keberhasilan ini menjadi sejarah baru bagi perempuan di Luwu, terutama karena Prof. Syamzan adalah perempuan pertama dari Bajo, Luwu, yang meraih jabatan akademik tertinggi.
Sebagai seorang yang aktif dalam pemberdayaan perempuan, Hj. Asni menilai pencapaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi motivasi bagi perempuan lainnya di Sulawesi Selatan.
“Saya tentu sangat bangga dan mengapresiasi pencapaian Prof. Syamzan Syukur. Beliau adalah perempuan pertama dari Bajo Luwu yang berhasil dan sukses di bidang akademik. Ini merupakan prestasi luar biasa yang patut kita rayakan,” ujar Hj. Asni di Kabupaten Luwu, Sabtu (29/3/2025).
Menurutnya, pencapaian seperti ini harus mendapatkan perhatian dan dukungan luas karena dapat menjadi pemantik semangat bagi perempuan lain, terutama yang berasal dari daerah.
Sebagai Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan pimpinan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Luwu, Hj. Asni memiliki komitmen kuat dalam mendukung perempuan agar lebih berdaya, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun kepemimpinan.
“Sebagai Ketua IWAPI dan pimpinan FPPI, saya selalu berkomitmen untuk mendukung perempuan dalam berbagai aspek, baik itu pendidikan, politik, wirausaha, maupun ekonomi. Keberhasilan Prof. Syamzan membuktikan bahwa perempuan bisa meraih kesuksesan di berbagai bidang, termasuk akademik,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa perempuan harus berani mengambil peran lebih besar dalam berbagai sektor. Menurutnya, tidak ada batasan bagi perempuan untuk berkontribusi dan sukses dalam bidang apa pun yang mereka tekuni.
Hj. Asni berharap semakin banyak perempuan yang mengikuti jejak Prof. Syamzan, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di sektor lain yang bisa mendorong kemajuan daerah.
“Saya ingin melihat lebih banyak perempuan yang muncul sebagai penggerak pembangunan, baik di Luwu secara khusus maupun Sulawesi Selatan secara umum. Kita semua memiliki potensi untuk berkontribusi dalam kemajuan daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, sudah saatnya perempuan dari daerah seperti Luwu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan. Perempuan tidak hanya bisa menjadi pendamping, tetapi juga pemimpin dan inovator di berbagai bidang.
Di akhir pernyataannya, Hj. Asni memberikan selamat kepada Prof. Syamzan dan berharap pencapaian ini membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan lainnya.
“Selamat dan sukses untuk Prof. Syamzan Syukur. Semoga ilmu dan dedikasinya terus memberikan manfaat bagi dunia akademik dan masyarakat luas,” tutupnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa perempuan dari daerah memiliki peluang besar untuk meraih kesuksesan dan menjadi agen perubahan. Dengan semakin banyaknya perempuan yang berani maju, Luwu dan Sulawesi Selatan akan semakin berkembang dan sejajar dengan daerah lainnya di Indonesia. (*)

























