MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus mendorong produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah dosen melalui Workshop dan Pendampingan Eksklusif Penulisan Artikel Ilmiah Bereputasi Internasional.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 17–18 Mei 2025 di Hotel Vasaka Makassar ini, menjadi bagian dari upaya strategi kampus dalam membangun budaya akademik yang kuat dan berdaya saing global.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Badan Perencanaan, Pengawasan, dan IT (Bapepan-IT) Unismuh ini menghadirkan narasumber utama Assoc. Prof. Muhammad Roil Bilad, Ph.D., akademisi dari Universiti Brunei Darussalam yang telah menulis 329 artikel terindeks Scopus dengan 8.238 sitasi dan H-index 49.
Kepala Bapepan-IT Unismuh Makassar, Dr. Khaeruddin, dalam Berbagainya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar kampus dalam penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas riset.
“Saat ini paradigma Kementerian berubah dari Kampus Merdeka menjadi Kampus Berdampak. Maka penting bagi Unismuh memiliki roadmap penelitian setiap program studi yang terintegrasi dengan masyarakat dan industri,” ujarnya.
Ia menambahkan, artikel yang terindeks Scopus kini tidak hanya menjadi syarat administrasi akademik, tetapi juga bentuk pengakuan internasional atas kepakaran dosen.
“Ke depan, kita ingin penelitian dosen Unismuh tidak hanya berhenti di jurnal, tapi benar-benar menjawab kebutuhan industri dan masyarakat luas,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Unismuh, Prof. Andi Sukri Syamsuri, menyatakan apresiasi atas antusiasme dosen yang mengikuti kegiatan ini.
“Ada sekitar 70 peserta yang terlibat, bahkan masih banyak yang ingin ikut namun kuotanya terbatas. Ini pertanda baik, bahwa semangat menulis dan literasi akademik di kalangan dosen semakin berkembang,” ungkapnya.
Prof Andis, sapaan akrab Warek I Unismuh itu menekankan bahwa target jangka pendek Unismuh adalah mencapai minimal 150 artikel terindeks pada tahun 2025 sebagai syarat untuk masuk dalam pemeringkatan internasional, THE World University Ranking dan QS World University Ranking.
“Pemeringkatan bukanlah tujuan akhir, tapi jalan menuju reputasi. Kita ingin membangun budaya akademik yang produktif, kolaboratif, dan bereputasi internasional,” tandasnya.
Ketua Panitia, Hartono Bancong PhD menambahkan, workshop ini tidak hanya menghadirkan pelatihan teknis penggunaan AI untuk penulisan ilmiah, tetapi juga diikuti oleh sesi pendampingan intensif dengan harapan setiap peserta mampu menghasilkan naskah yang siap terbit di jurnal bereputasi internasional.
Sebelumnya, acara ini diawali dengan pengajian oleh Wakil Rektor III Unismuh Dr KH Mawardi Pewangi. (**)

























