PALOPO — Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Palopo, Haidir Basir, menilai kehadiran Koperasi Merah Putih di Kota Palopo dapat menjadi momentum penting bagi penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Namun, ia mengingatkan agar pengelolaan koperasi ini dilakukan secara transparan, profesional, dan bebas dari kepentingan politik.
Menurut Haidir, koperasi yang lahir dari semangat gotong royong itu sejatinya bisa menjadi instrumen efektif dalam memperluas akses permodalan, memperkuat jejaring usaha, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
“Koperasi Merah Putih punya potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di Palopo, tapi kuncinya adalah tata kelola yang baik dan partisipatif,” ujar Haidir Basir, Kamis (24/10/2025).
Ia menilai, kelemahan manajemen, rendahnya literasi keuangan, dan minimnya penerapan teknologi digital masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan koperasi di tingkat lokal.
Jika dibiarkan, hal ini justru dapat menghambat peran koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.
“Kita tidak ingin koperasi yang seharusnya jadi solusi malah berubah menjadi masalah baru. Karena itu, perlu reformasi kelembagaan melalui digitalisasi sistem, peningkatan kapasitas SDM, serta kemitraan dengan pemerintah dan lembaga pendamping lokal,” tegasnya.
Haidir berharap pemerintah daerah turut memberikan perhatian serius terhadap modernisasi sistem koperasi, agar semangat ekonomi kerakyatan yang diusung tidak berhenti pada jargon.
“Bila dikelola dengan profesional, Koperasi Merah Putih akan menjadi contoh baik bagi model pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” pungkas mantan calon Wakil Wali Kota Palopo itu. (*)






















