Berita

Sulsel Jadi Provinsi Pertama Rampungkan Pembentukan Koperasi Merah Putih

Tim Redaksi
×

Sulsel Jadi Provinsi Pertama Rampungkan Pembentukan Koperasi Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sulsel Percepat Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih
Pemprov Sulsel Percepat Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih

MAKASSAR – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mendampingi Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Regional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Aula Bright Gas PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Makassar, Selasa (23/9).

Rakor ini diikuti kepala dinas koperasi dari wilayah Sulawesi, Maluku, Papua, Papua Tengah, hingga Papua Barat Daya.

Agenda utama membahas percepatan operasionalisasi Koperasi Merah Putih yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Program tersebut ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menekan angka kemiskinan, membuka lapangan kerja, serta mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota DPR RI Komisi VI, Ismail; pejabat eselon I Kementerian Koperasi; Staf Ahli Kemenko Pangan Prayudi Syamsuri; Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin; Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto; serta pimpinan BUMN.

Dalam sambutannya, Jufri Rahman menegaskan Sulawesi Selatan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang merampungkan 100 persen pembentukan badan hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Tercatat, terdapat 3.059 koperasi di 24 kabupaten/kota yang terdiri atas 2.266 desa dan 793 kelurahan.

“Yang pertama membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara lengkap itu, Sulsel,” ujarnya.

Jufri menambahkan, tahap selanjutnya adalah operasionalisasi koperasi, mulai dari penyusunan rencana usaha, perizinan, hingga menjalankan unit-unit usaha yang melibatkan masyarakat.

Saat ini, 38 koperasi desa di Sulsel sudah berjalan, termasuk Koperasi Desa Merah Putih Aeng Batu-Batu di Kabupaten Takalar yang menjadi percontohan dengan berbagai unit usaha seperti gerai sembako, produk UMKM, LPG, apotek desa, pupuk bersubsidi, hingga layanan perbankan.

Ia juga mendorong koperasi lainnya segera mendaftarkan diri ke Sistem Informasi Manajemen (SIM) Kopdes agar lebih cepat mengakses permodalan.

“Ada Rp200 triliun yang diinject Menteri Keuangan ke Himbara. Itu membuka ruang bagi Koperasi Desa Merah Putih memperoleh akses permodalan lebih cepat,” jelasnya.

Sementara itu, Sesmenkop Ahmad Zabadi menekankan percepatan pembiayaan koperasi menjadi kunci sukses program ini. Ia menyebut, sebagian koperasi sudah berjalan, namun masih membutuhkan persiapan proposal dan fasilitas pendukung.

“Insyaallah, akhir bulan ini sudah bisa dilakukan pembiayaan dari Himbara. Targetnya, kurang lebih 1.000 koperasi Merah Putih mendapat pembiayaan, dan hingga akhir tahun bisa dipacu sampai 80 ribu koperasi,” ujarnya.

Ahmad juga meminta dinas koperasi di provinsi dan kabupaten/kota terus melakukan sosialisasi, pendampingan, serta memastikan seluruh proses berbasis digital agar transparan dan akuntabel melalui SIM Kopdes.