Berita

Identitas Tak Jelas, FMPP Sulsel Peringatkan Penyusup yang Gunakan Nama UNM

Tim Redaksi
×

Identitas Tak Jelas, FMPP Sulsel Peringatkan Penyusup yang Gunakan Nama UNM

Sebarkan artikel ini
Demonstran di depan Kampus UNM
Potret Demonstran di depan Kampus UNM Jalan AP Pettarani Makassar (Foto: IST)

MAKASSAR — Forum Masyarakat Pemerhati Pendidikan Sulawesi Selatan (FMPP Sulsel) mengeluarkan peringatan keras terhadap kemunculan sekelompok orang yang mengaku sebagai mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) namun tanpa identitas akademik yang dapat diverifikasi.

FMPP menyebut fenomena tersebut sebagai tindakan manipulatif yang mengancam integritas ruang akademik.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Koordinator FMPP Sulsel Muhammad Rafi mengungkapkan bahwa penggunaan atribut “mahasiswa UNM” tanpa bukti keanggotaan resmi adalah bentuk penyalahgunaan legitimasi kampus.

“Ini alarm serius. Mengatasnamakan diri sebagai mahasiswa tanpa identitas jelas adalah upaya meminjam legitimasi akademik demi agenda yang tidak pernah dibicarakan di ruang kuliah,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Senin (24/11).

Rafi menilai tindakan tersebut bukan hanya menyesatkan publik, tetapi juga berpotensi menyeret nama kampus dalam pusaran isu yang tidak memiliki dasar akademik.

Menurutnya, kampus harus steril dari kepentingan yang berseberangan dengan etika keilmuan.

“Kampus adalah ruang ilmiah. Ketika propaganda masuk mengenakan ‘baju mahasiswa’, yang dipertaruhkan adalah nama baik institusi dan keamanan ruang belajar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga identitas akademik sebagai simbol integritas.

Karena itu, proses penyadaran internal dinilai perlu diperkuat agar ruang kampus tidak mudah dimanfaatkan oleh kelompok berkepentingan.

Lebih jauh, FMPP Sulsel mendesak aparat penegak hukum tidak tinggal diam. Rafi mengatakan bahwa tindakan cepat dan profesional sangat dibutuhkan untuk mencegah munculnya preseden buruk bagi dunia pendidikan.

“Respons lambat hanya akan membuka celah bagi pihak tak bertanggung jawab. Ini bukan sekadar soal atribut, ini soal kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan,” tambahnya.

FMPP menegaskan bahwa menjaga kampus dari penyalahgunaan identitas berarti menjaga marwah pendidikan nasional.

“Integritas akademik adalah fondasi masa depan bangsa. Kampus harus terbebas dari manipulasi identitas,” tutup Rafi yang juga alumni UNM Makassar itu. (*)