Berita

Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Progres Proyek Strategis PT Vale di Pomalaa

Tim Redaksi
×

Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Progres Proyek Strategis PT Vale di Pomalaa

Sebarkan artikel ini
Pangdam XIV Hasanuddin Tinjau Progres Proyek Strategis Nasional PT Vale di Pomalaa
Pangdam XIV Hasanuddin Tinjau Progres Proyek Strategis Nasional PT Vale di Pomalaa (Foto: Dok Humas PT Vale Indonesia)

POMALAA — Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin memperkuat sinergi pertahanan–industri dalam mendukung pembangunan hilirisasi mineral nasional.

Hal itu ditandai dengan kunjungan resmi Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, ke Kantor Pomalaa, Kamis (27/11) lalu untuk melihat secara langsung progres Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan PT Vale Indonesia Tbk, anggota MIND ID.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi upaya menciptakan ekosistem hilirisasi yang aman, stabil, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia menuju produsen material kritis untuk rantai pasok kendaraan listrik dunia.

Strategis untuk Hilirisasi Mineral Nasional

Proyek Pomalaa menempati peran sentral dalam peta hilirisasi Indonesia. Kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan baru yang diharapkan mendorong transformasi dari eksportir bahan mentah menjadi produsen material bernilai tambah tinggi.

PT Vale menegaskan komitmennya menjalankan pengembangan proyek dengan mengedepankan standar keselamatan kelas dunia, pengelolaan lingkungan berbasis sains dan analisis risiko, peningkatan peran masyarakat lokal melalui tenaga kerja dan rantai pasok daerah, serta tata kelola operasi yang transparan.

Kehadiran langsung jajaran TNI di area proyek menunjukkan bahwa hilirisasi adalah agenda strategis negara yang memerlukan dukungan, perlindungan, dan stabilitas jangka panjang.

Pangdam XIV Hasanuddin Tinjau Progres Proyek Strategis Nasional PT Vale di Pomalaa (Foto: Dok Humas PT Vale Indonesia)

Keamanan dan Kondusivitas Lapangan

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam berdialog dengan karyawan, meninjau area kerja, serta memastikan kesiapan operasional menghadapi dinamika di lapangan.

“Ini bukan hanya soal proyek konstruksi. Ini tentang masa depan industri Indonesia dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara. Kami ingin memastikan seluruh aktivitas berjalan aman, harmonis, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Tim manajemen memaparkan sejumlah capaian konstruksi, termasuk milestone utama, kesiapan fasilitas pendukung, serta implementasi ketat standar K3.

Data terkini menunjukkan proyek Pomalaa berjalan sesuai timeline percepatan, menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan, memperkuat rantai pasok domestik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kolaka dan sekitarnya.

Head of Project Pomalaa, Muhammad Rifai, menyampaikan apresiasi atas dukungan militer.

“Rasa aman dan moral kerja yang kuat sangat memengaruhi kualitas pekerjaan. Kunjungan Pangdam memberi energi positif bagi seluruh tim,” ujarnya.

Sinergi Keamanan yang Adaptif

Menutup agenda, Kodam dan manajemen perusahaan menegaskan perlunya mekanisme koordinasi keamanan yang adaptif dan responsif, mengingat intensitas konstruksi akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

Director External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan pentingnya stabilitas wilayah bagi keberhasilan hilirisasi.

“Hilirisasi tidak hanya membutuhkan investasi dan teknologi, tetapi juga keamanan dan kondusivitas sosial. Sinergi dengan TNI memastikan transformasi nikel Indonesia berjalan disiplin, aman, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kolaka dan bangsa.”

Kunjungan ini memperkuat posisi Proyek Pomalaa sebagai motor penggerak Asta Cita Presiden, sekaligus langkah strategis memasuki era mineral kritis yang inklusif, aman, dan berkelanjutan. (*)