Berita

Aliansi Alumni Soroti Dugaan Aksi Provokatif Simbol OPM di Lingkungan Unhas

Tim Redaksi
×

Aliansi Alumni Soroti Dugaan Aksi Provokatif Simbol OPM di Lingkungan Unhas

Sebarkan artikel ini
Sejumlah orang berdiri mengibarkan bendera OPM dan KNBP berlatar belakang FISIP Unhas.
Sejumlah orang berdiri mengibarkan bendera OPM dan KNBP berlatar belakang FISIP Unhas (Foto: IST)

MAKASSAR — Munculnya dokumentasi pengibaran bendera Bintang Kejora dan simbol Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di lingkungan Universitas Hasanuddin (Unhas) pada momen wisuda, 27 Oktober 2025 lalu, menuai sorotan serius dari kalangan alumni.

Peristiwa yang terekam bukan dalam konteks aksi demonstrasi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait infiltrasi paham separatis di ruang akademik.

Dokumentasi yang beredar di sejumlah group What’sApp dan sosial media memperlihatkan sejumlah orang mengibarkan atribut Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan KNPB.

Lebih jauh, salah satu individu dalam foto tersebut diduga merupakan mahasiswa aktif Universitas Hasanuddin, sehingga memantik diskusi dan keresahan di kalangan civitas academika.

Ketua Aliansi Alumni Pemerhati Universitas Hasanuddin, Syahrullah Sanusi menilai kejadian itu sebagai sinyal serius yang tidak boleh dianggap sepele.

Menurutnya, kampus semestinya menjadi ruang intelektual yang steril dari agenda provokasi dan propaganda politik separatis.

“Ini adalah bentuk provokasi OPM dan KNPB di Universitas Hasanuddin. Kampus sebagai pusat pendidikan harus menjadi tempat lahirnya gagasan konstruktif, bukan lahan subur bagi penyebaran ideologi yang mengancam persatuan bangsa,” kata Syahrullah dalam keterangan tertulis, Senin (15/12).

Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam atas dugaan keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas yang dinilai berpotensi merusak fungsi strategis perguruan tinggi.

Syahrullah menegaskan, mahasiswa seharusnya ditempatkan sebagai agen perubahan yang berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, bukan justru menjadi sasaran hasutan kelompok tertentu.

“Kami menolak tegas segala bentuk provokasi OPM dan KNPB di lingkungan kampus. Adik-adik mahasiswa harus diarahkan pada penguatan kapasitas intelektual dan karakter kebangsaan, bukan dijadikan alat propaganda yang menyeret mereka ke konflik,” tegasnya.

Sorotan serupa sebelumnya juga pernah muncul dalam pemberitaan media nasional.

Melansir laporan TribunPapua berjudul “Organisasi Separatis di Papua Meracuni Generasi Muda Melalui Jalur Kampus” yang terbit pada 19 November 2021, disebutkan bahwa kelompok separatis kerap menyasar kalangan mahasiswa sebagai basis simpatisan melalui pendekatan ideologis.

Dalam laporan tersebut, seorang mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di luar daerah mengungkapkan bahwa KNPB secara aktif menanamkan doktrin perlawanan kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa baru. Pernyataan itu memperkuat kekhawatiran tentang kampus yang dijadikan pintu masuk penyebaran paham separatis.

Syahrullah Sanusi menekankan perlunya kewaspadaan bersama, baik dari pihak universitas, mahasiswa, maupun alumni, untuk menjaga marwah kampus sebagai institusi pendidikan.

Ia berharap Unhas tetap berdiri tegak sebagai benteng keilmuan, kebangsaan, dan persatuan, serta terbebas dari segala bentuk infiltrasi ideologi yang bertentangan dengan konstitusi. (*)