Luwu Timur

Komitmen Keselamatan, PT CLM Gandeng Basarnas dan BPBD Gelar Diklat SAR

Tim Redaksi
×

Komitmen Keselamatan, PT CLM Gandeng Basarnas dan BPBD Gelar Diklat SAR

Sebarkan artikel ini
Diklat SAR oleh PT CLM Luwu Timur
Diklat SAR oleh PT CLM Luwu Timur

LUWU TIMUR — Manajemen PT Citra Lampia Mandiri (CLM) menegaskan komitmennya untuk peduli terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan Search and Rescue (SAR). Kegiatan ini diikuti oleh karyawan PT CLM, para pemangku kepentingan, serta melibatkan unsur masyarakat.

Diklat SAR tersebut dilaksanakan selama lima hari, mulai Rabu (17/12/2025) hingga 21 Desember 2025, hasil kerja sama PT CLM dengan Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur. Sebanyak 25 peserta ambil bagian dalam pelatihan ini.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Citra Lampia Mandiri, Naharuddin, mengatakan pelatihan SAR merupakan kegiatan yang sangat penting dan relevan, tidak hanya untuk mendukung kebutuhan operasional perusahaan, tetapi juga sebagai bekal keterampilan hidup.

“Diklat SAR ini kami pandang sebagai kegiatan yang sangat penting dan relevan. Bukan hanya untuk kebutuhan pekerjaan di internal PT CLM, tetapi juga sebagai bekal keterampilan hidup, terutama bagi rekan-rekan yang sering beraktivitas di alam terbuka,” ujar Naharuddin saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, kemampuan dasar SAR seperti pertolongan pertama dan kerja tim akan sangat bermanfaat dalam menghadapi situasi darurat yang tidak selalu dapat diprediksi.

“Kami di PT Citra Lampia Mandiri percaya bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun budaya siap siaga, peduli, dan saling menjaga, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurut Naharuddin, PT CLM menyadari bahwa aktivitas lapangan, baik dalam operasional perusahaan maupun kegiatan di alam terbuka, memiliki risiko yang tidak ringan.

Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan SAR dinilai menjadi kebutuhan penting.

Pelatihan ini diharapkan dapat membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang tepat dalam menghadapi kondisi darurat dan melakukan upaya penyelamatan secara cepat dan aman.

Adapun tim instruktur dalam Diklat SAR ini berasal dari berbagai instansi terkait, antara lain Basarnas Provinsi Sulawesi Selatan, Polair, TNI Angkatan Laut, serta BPBD Luwu Timur.

Selama pelatihan, peserta dibekali materi pencarian dan penyelamatan, proses evakuasi, serta penanganan kondisi tanggap darurat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BPBD, Basarnas Sulsel, Polair, dan TNI AL yang telah bersedia hadir dan berbagi pengetahuan serta pengalaman lapangan kepada para peserta,” tutup Naharuddin. (*)