Berita

RKAB Masuk Fase Final, PT Vale Pastikan Penyesuaian Operasional Bersifat Sementara

Tim Redaksi
×

RKAB Masuk Fase Final, PT Vale Pastikan Penyesuaian Operasional Bersifat Sementara

Sebarkan artikel ini
PT Vale Indonesia Tbk
PT Vale Indonesia Tbk

JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menegaskan bahwa dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perseroan telah memasuki fase akhir proses persetujuan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Seiring proses tersebut, perseroan memastikan bahwa penyesuaian operasional yang dilakukan saat ini bersifat sementara dan terukur, serta tidak memengaruhi arah strategi bisnis jangka panjang perusahaan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RKAB merupakan dokumen wajib dalam industri pertambangan yang memuat rencana kegiatan usaha, tingkat produksi, parameter teknis, komitmen lingkungan, serta kerangka anggaran sebagai dasar legal pelaksanaan kegiatan operasional.

Mulai 2026, Kementerian ESDM memberlakukan perubahan mekanisme persetujuan RKAB dari sebelumnya berbasis tiga tahunan menjadi tahunan.

“Penyesuaian kebijakan ini berlaku secara nasional dan menandai fase transisi regulasi bagi seluruh pelaku usaha pertambangan,” ujar manajemen PT Vale dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/1/2026) dilansir dari Bloomberg Technoz.

Manajemen PT Vale menyatakan menghormati kewenangan pemerintah dalam mengatur sektor pertambangan serta mengapresiasi komunikasi dan koordinasi yang konstruktif dan berkelanjutan dengan Kementerian ESDM selama masa transisi kebijakan tersebut.

Selama proses peninjauan RKAB berlangsung, PT Vale menerapkan penyesuaian operasional yang bersifat sementara dan terukur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Setiap dampak jangka pendek yang timbul bersifat transisional dan akan disesuaikan kembali setelah persetujuan RKAB 2026 diperoleh,” tegas manajemen perseroan.

PT Vale menekankan bahwa proses peninjauan RKAB merupakan bagian dari mekanisme regulasi yang normal dan diharapkan dapat berjalan sesuai prosedur serta tahapan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Di tengah proses tersebut, PT Vale tetap menjalankan strategi pengembangan jangka panjang melalui proyek tambang dan fasilitas pengolahan nikel yang terintegrasi.

Saat ini, perseroan mengembangkan tiga proyek tambang utama di Bahodopi, Pomalaa, dan Sorowako, yang dikombinasikan dengan pembangunan fasilitas smelter sebagai bagian dari agenda hilirisasi nasional.

Tambang Bahodopi telah memasuki tahap produksi dan menjadi salah satu proyek strategis PT Vale dalam diversifikasi produk.

Sejak Juli 2025, perseroan mulai melakukan penjualan bijih nikel saprolit, dengan total penjualan mencapai 896.263 metrik ton basah hingga September 2025.

Sementara itu, proyek Pomalaa dijadwalkan menyusul pada kuartal II-2026, dan Sorowako akan menjadi tahap akhir dari rangkaian ekspansi tambang PT Vale yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan.

Dalam pengembangan lini hilir, PT Vale menjalin kemitraan dengan sejumlah mitra global untuk membangun fasilitas smelter berbasis high pressure acid leach (HPAL).

Proyek Pomalaa dikembangkan bersama Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd. dan Ford Motor Co, proyek Bahodopi bersama GEM Hong Kong International Co. Ltd. serta Danantara, sementara proyek Sorowako kembali menggandeng Huayou.

PT Vale menegaskan komitmennya untuk mematuhi seluruh ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memastikan keberlanjutan investasi dan kontribusi perseroan dalam mendukung hilirisasi industri nikel nasional. (*)