Berita

Hasbi Syamsu Ali: Provinsi Luwu Raya Harga Mati, Perjuangan Akan Terus Dilanjutkan

Tim Redaksi
×

Hasbi Syamsu Ali: Provinsi Luwu Raya Harga Mati, Perjuangan Akan Terus Dilanjutkan

Sebarkan artikel ini
Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Luwu (KKL) Komisariat Kecamatan Suli–Suli Barat yang digelar di Aula Anging Mammiri Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (11/4/2026).
Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Luwu (KKL) Komisariat Kecamatan Suli–Suli Barat yang digelar di Aula Anging Mammiri Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (11/4/2026).

MAKASSAR — Ketua BPW KKLR Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali, MM, menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan harga mati bagi masyarakat Tana Luwu dan akan terus diperjuangkan hingga terwujud.

Penegasan tersebut disampaikan Hasbi saat memberikan sambutan pada kegiatan Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Luwu (KKL) Komisariat Kecamatan Suli–Suli Barat yang digelar di Aula Anging Mammiri Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (11/4/2026).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

“Provinsi Luwu Raya adalah harga mati. Perjuangan ini akan terus kita lanjutkan sampai cita-cita besar masyarakat Luwu Raya benar-benar terwujud,” tegas Hasbi di hadapan peserta kegiatan.

BACA JUGA:  Dihadiri Aliyah Mustika Ilham, KKLR Sulsel Sukses Gelar Buka Puasa Ramadan di HSA Building

Ia menekankan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya bukan sekadar aspirasi administratif, melainkan bagian dari perjuangan panjang masyarakat untuk menghadirkan pemerataan pembangunan dan mempercepat kemajuan kawasan Tana Luwu.

Karena itu, Hasbi mengajak seluruh Wija To Luwu (WTL) untuk tetap solid dan memberikan dukungan penuh terhadap agenda perjuangan tersebut.

“Mohon dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Perjuangan ini membutuhkan kekuatan bersama, bukan hanya segelintir orang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hasbi juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal masyarakat Luwu melalui semangat budaya “Sirui Menre’ Ta Sirui No”, yakni saling menopang dan saling mengangkat dalam kebersamaan.

BACA JUGA:  Momentum Konsolidasi, FORKODA PP-DOB Sulsel Lantik Pengurus dan Gelar Raker 18 Januari

Menurutnya, persatuan masyarakat Wija To Luwu menjadi fondasi utama untuk mengawal agenda-agenda strategis daerah ke depan.

Selain itu, Hasbi turut menyoroti besarnya potensi Luwu Raya yang terus berkembang dan menarik perhatian banyak pihak dari luar daerah.

Ia mengingatkan bahwa tanpa kesiapan dan persatuan, masyarakat lokal bisa terpinggirkan oleh laju pertumbuhan kawasan tersebut.

“Potensi Luwu Raya sangat besar. Jangan sampai Wija To Luwu hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” katanya.

Kegiatan Halal Bihalal KKL Komisariat Kecamatan Suli–Suli Barat berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan konsolidasi antar sesama Wija To Luwu di perantauan. (*)

BACA JUGA:  KKLR Sulsel Berhasil Distribusikan Bantuan Senilai 64 Juta ke Luwu dan Luwu Utara