Luwu Timur

Realisasi Investasi Tembus Rp2,9 Triliun, Luwu Timur Jadi Magnet Investor di Sulawesi Selatan

Tim Redaksi
×

Realisasi Investasi Tembus Rp2,9 Triliun, Luwu Timur Jadi Magnet Investor di Sulawesi Selatan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler menghadiri High Level Meeting (HLM) dalam format Dedicated Team Meeting Pinisi Sultan Tahun 2025, yang digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jl. Urip Sumohardjo, Makassar, Selasa, (22/4/2025).
Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler menghadiri High Level Meeting (HLM) dalam format Dedicated Team Meeting Pinisi Sultan Tahun 2025, yang digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jl. Urip Sumohardjo, Makassar, Selasa, (22/4/2025).

MAKASSAR – Kabupaten Luwu Timur mencatatkan capaian membanggakan dalam realisasi investasi tahun 2023. Dengan total nilai investasi mencapai Rp2,9 triliun, daerah ini menempati posisi kedua tertinggi di Sulawesi Selatan, hanya terpaut dari Kota Makassar di urutan pertama.

Pencapaian tersebut terungkap dalam High Level Meeting (HLM) Pinisi Sultan 2025 yang digelar di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (22/4/2025).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertemuan ini menjadi forum strategis antar kepala daerah dan pemangku kepentingan guna mendorong pembiayaan inovatif melalui skema non-APBD.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi kinerja daerah-daerah yang mampu menarik investasi secara signifikan, termasuk Luwu Timur yang dinilai konsisten dalam mengembangkan sektor potensial.

“Realisasi investasi Luwu Timur pada Semester I Tahun 2023 mencapai Rp2,9 triliun, menempati posisi kedua setelah Makassar dengan Rp3,8 triliun. Ini menunjukkan geliat ekonomi di daerah yang sangat positif,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Gubernur mengungkapkan bahwa sektor pertambangan masih mendominasi investasi di Sulsel, dengan porsi 29% dari total investasi tahun 2024 atau senilai Rp4,02 triliun.

Luwu Timur, sebagai salah satu wilayah penghasil sumber daya alam terbesar di Sulsel, turut mengambil peran penting dalam kontribusi sektor ini.

Menanggapi capaian tersebut, Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif berbagai pihak di daerah.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus mendorong pengembangan sektor unggulan yang ramah lingkungan dalam kerangka ekonomi hijau dan biru,” kata Puspawati.

Ia menegaskan, Luwu Timur membuka ruang investasi seluas-luasnya bagi sektor-sektor yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan, termasuk pertambangan berwawasan lingkungan, agribisnis, dan potensi perikanan pesisir.

Pertemuan ini juga menjadi momentum peluncuran South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2025, sebuah inisiatif dari Bank Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi ke Sulawesi Selatan.

Program ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas investasi, perdagangan, dan pariwisata di wilayah ini.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi berada di angka 6,18% dengan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 7,12%, menjadikannya kawasan dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Indonesia.

Wabup Puspawati hadir didampingi oleh Plt. Kepala DPMPTSP Lutim, Wahid Sangka, dan Sekretaris Dinas PMD Lutim, Umar Hasan Dalle. Kehadiran mereka menegaskan keseriusan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam merawat iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan. (*)