KOLAKA — Pesatnya arus informasi di era digital membawa tantangan baru bagi pemerintahan desa. Informasi yang beredar cepat dan tidak selalu terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, bahkan menggerus kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah.
Menyikapi kondisi tersebut, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup MIND ID, menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kolaka untuk memperkuat literasi media aparatur desa.
Melalui kampanye bertajuk “Melek Literasi Media” yang digelar Selasa (23/12), PT Vale dan PWI Kolaka membekali aparat pemerintah desa se-Kabupaten Kolaka dengan pemahaman dan keterampilan dasar dalam mengelola informasi publik secara akurat, etis, dan bertanggung jawab.
Program ini sejalan dengan agenda Pemerintah Kabupaten Kolaka dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa, meningkatkan transparansi layanan publik, serta menjaga ketahanan sosial masyarakat di tengah disrupsi digital.
Aparat desa dinilai memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan sekaligus rujukan informasi masyarakat.
Karena itu, literasi media menjadi kebutuhan mendesak agar desa mampu menangkal hoaks, mengelola isu secara proporsional, dan membangun komunikasi publik yang terbuka serta akuntabel.
Kegiatan ini dirancang berbasis kebutuhan lapangan dan dilaksanakan melalui sejumlah agenda utama, antara lain pelatihan literasi media untuk meningkatkan kemampuan memilah informasi dan mengenali berita palsu, workshop komunikasi publik guna memperkuat penyampaian informasi secara jelas dan bertanggung jawab, serta diskusi interaktif mengenai peran media dan pemerintah desa dalam menjaga kepercayaan publik.
Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Berita Acara Pendampingan dan Pengaduan Kasus Pers antara PWI Kabupaten Kolaka dan aparat pemerintah desa.
Kesepakatan tersebut menjadi jalur resmi pendampingan apabila desa menghadapi persoalan pemberitaan, sekaligus memastikan mekanisme pengaduan berjalan sesuai prosedur dan kode etik jurnalistik.
Ketua PWI Kabupaten Kolaka, Abdul Saban, menilai kolaborasi ini sebagai langkah konkret dalam membangun ekosistem informasi yang sehat hingga ke tingkat desa.
“Sinergi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas aparatur desa, tetapi juga mendorong terciptanya masyarakat yang lebih cerdas dan kritis dalam menerima informasi,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan perwakilan Dewan Pers yang turut memberikan dukungan terhadap program tersebut. Menurutnya, literasi media merupakan fondasi penting bagi demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang sehat.
“Semakin baik pemahaman masyarakat terhadap etika jurnalistik, semakin kecil potensi misinformasi. Dewan Pers hadir untuk melindungi hak publik, termasuk hak masyarakat melaporkan pelanggaran kode etik media,” ungkapnya.
Secara nasional, Dewan Pers mencatat sepanjang 2025 terdapat lebih dari 1.600 pengaduan dugaan pelanggaran kode etik jurnalistik, dengan sekitar 70 persen berasal dari masyarakat umum.
Data ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi media tidak hanya relevan bagi jurnalis, tetapi juga bagi aparatur pemerintah dan masyarakat luas.
Melalui kolaborasi dengan PWI Kolaka, PT Vale menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis penguatan sumber daya manusia.
Program literasi media ini menjadi bagian dari peran PT Vale sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola desa, meningkatkan kualitas komunikasi publik, serta membangun masyarakat Kolaka yang tangguh dan siap menghadapi tantangan era digital. (*)
























