Berita

Ni’matullah: Akar Demonstrasi Berasal dari Kegelisahan Hidup Rakyat, Bukan Sekadar Aksi Brutal

Tim Redaksi
×

Ni’matullah: Akar Demonstrasi Berasal dari Kegelisahan Hidup Rakyat, Bukan Sekadar Aksi Brutal

Sebarkan artikel ini
Koordinator Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Selatan, Ni’matullah
Koordinator Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Selatan, Ni’matullah

MAKASSAR — Gelombang demonstrasi yang belakangan meluas di sejumlah daerah mendapat perhatian serius dari Koordinator Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Selatan, Ni’matullah, SE., Ak.

Ia menilai, keresahan masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong aksi massa, bukan sekadar dorongan politik sesaat.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

“Kalau kita amati, sebagian besar demonstrasi lahir dari kegelisahan hidup rakyat. Pajak semakin mencekik, harga-harga sulit dijangkau, bahkan beras yang menjadi kebutuhan pokok justru langka dalam sebulan terakhir,” ujar Ni’matullah, Senin (1/9/2025).

Selain faktor ekonomi, menurutnya, perilaku sebagian elit politik juga ikut menyulut kemarahan publik. Ia menilai sikap joget-joget dan pernyataan tanpa kontrol dari sejumlah pejabat menyinggung perasaan masyarakat yang tengah tertekan oleh kondisi ekonomi.

Namun demikian, Ni’matullah membedakan antara demonstrasi murni rakyat dan tindakan anarkis seperti pembakaran maupun penjarahan.

Ia menyebut aksi brutal itu dijalankan oleh kelompok kecil yang menunggangi situasi.

“Mereka ini penumpang gelap. Apalagi, pada Jumat dan Sabtu pekan lalu, aparat—khususnya polisi—terlihat absen di lapangan, sehingga mereka leluasa bertindak,” jelasnya.

Ia mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum agar menyikapi fenomena ini secara lebih komprehensif.

Menurutnya, penanganan harus dilakukan melalui pendekatan jangka pendek untuk meredam situasi, sekaligus kebijakan jangka menengah yang menyentuh akar permasalahan.

“Kalau hanya menekan dari sisi keamanan, masalah ini akan terus berulang. Negara harus hadir dengan solusi yang nyata bagi rakyat,” tegasnya. (*)