MAKASSAR – Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Selatan resmi diperkenalkan sebagai motor baru pengelolaan informasi, komunikasi, dan penerbitan karya kader di era digital.
Hal itu mengemuka di acara pengukuhan pengurus LPMD KAHMI Sulsel oleh Koordinator Presidium MW KAHMI Sulsel Ni’matullah di Ballroom Hotel MaxOne, Jalan Taman Makam Pahlawan Makassar, Sabtu (27/9).
Direktur LPMD MW KAHMI Sulsel, Asri Tadda, menyebut lembaga ini bukan sekadar unit tambahan, tetapi instrumen strategis organisasi.
“Era digital menuntut KAHMI memiliki aset digital yang kuat. Kami menyiapkan LPMD untuk mengelola website resmi, media sosial, hingga penerbitan buku sebagai warisan berkelanjutan organisasi,” ungkapnya.
Sebagai langkah awal, LPMD langsung merilis buku “Mozaik Insan Cita”, sebuah antologi yang menghimpun gagasan 44 warga KAHMI Sulsel dengan delapan klaster topik.
Buku setebal lebih dari 340 halaman ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus dokumentasi pemikiran kader.
Koordinator Presidium MW KAHMI Sulsel, Ni’matullah Erbe, menekankan pentingnya adaptasi cepat terhadap perkembangan teknologi digital. Ia mencontohkan, berbagai gerakan sosial besar kini lahir dari aktivitas media digital.
“Kader dan alumni HMI tidak boleh tertinggal. Literasi digital adalah bagian dari perjuangan kita,” tegasnya.
LPMD yang dibentuk melalui SK Presidium MW KAHMI Sulsel Nomor 252/SK/MW-KAHMI/SS/VII/2024 ini memiliki empat fungsi utama mengelola website resmi MW KAHMI Sulsel, menyediakan sub-domain kahmi.org untuk daerah, mengelola jejaring media sosial terintegrasi, serta memfasilitasi penerbitan karya tulis kader.
Dengan struktur semi-otonom yang bertanggung jawab langsung kepada Presidium MW KAHMI Sulsel, LPMD diharapkan menjadi wadah produktif bagi karya-karya intelektual alumni HMI, sekaligus menguatkan posisi KAHMI sebagai organisasi modern yang siap menjawab tantangan zaman. (*)

























