Berita

Vale Indonesia Laporkan RKAB 2026 ke ESDM, Produksi Masih Dirahasiakan

Tim Redaksi
×

Vale Indonesia Laporkan RKAB 2026 ke ESDM, Produksi Masih Dirahasiakan

Sebarkan artikel ini
PT Vale Indonesia di Sorowako
PT Vale Indonesia di Sorowako

JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) memastikan telah menyerahkan rancangan kerja dan anggaran biaya (RKAB) tahun 2026 kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui sistem MinerbaOne milik Ditjen Mineral dan Batu Bara.

Presiden Direktur Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyampaikan bahwa pengajuan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian tahunan rencana kerja perusahaan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Namun, ia belum bersedia mengungkapkan target produksi bijih nikel untuk tahun depan.

“Sudah dimasukkan kembali ke sistem MinerbaOne. Saya belum bisa disclose angka produksi saat ini,” ujar Bernardus, Jumat (7/11/2025), dikutip dari Bloomberg Technoz.

Sebelumnya, Vale Indonesia juga telah memperoleh persetujuan revisi RKAB tahun berjalan untuk blok Bahodopi, Sulawesi Tengah, pada Juli 2025.

Melalui revisi tersebut, perusahaan menargetkan penjualan bijih nikel kadar tinggi (saprolit) hingga 2,2 juta ton pada semester II/2025.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur Vale Indonesia, Abu Ashar, menjelaskan bahwa target produksi nickel matte 2025 dipatok sebesar 71.234 ton, dengan realisasi per semester I mencapai 35.584 ton, tumbuh 12% dibanding periode sama tahun lalu.

Namun, Abu menegaskan bahwa target produksi 2026 masih menunggu selesainya perbaikan Furnace nomor 4 yang sedang dikerjakan sejak akhir tahun ini dan ditargetkan rampung pada Mei 2026.

“Kami akan menyelesaikan review seluruh fasilitas terlebih dahulu sebelum menetapkan target tahun depan,” kata Abu dalam Public Expose Live 2025, Kamis (11/9/2025).

Selain nickel matte, Vale juga mulai memperluas pendapatan dari penjualan domestik bijih saprolit, yang pada semester I-2025 mencapai 80.000 ton dari total rencana 290.000 ton yang disetujui dalam RKAB akhir 2024.

Saat ini Vale tengah mengembangkan tiga proyek tambang utama di Bahodopi (Sulawesi Tengah), Pomalaa (Sulawesi Tenggara), dan Sorowako (Sulawesi Selatan).

Ketiganya akan dikombinasikan dengan pembangunan smelter nikel hidrometalurgi melalui sejumlah kemitraan strategis dengan pemain global.

Bahodopi dikembangkan bersama GEM Hong Kong International Co. Ltd. dan Danantara, Pomalaa digarap bersama Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd. dan Ford Motor Co, dan Sorowako kembali bermitra dengan Huayou untuk penguatan lini hilir.

Proyek Bahodopi akan menjadi ujung tombak diversifikasi produk Vale karena memasuki tahap produksi lebih dulu, disusul proyek Pomalaa pada kuartal II/2026, dan Sorowako sebagai tahap akhir ekspansi.

Dengan strategi terintegrasi dari hulu hingga hilir tersebut, Vale Indonesia menargetkan peningkatan kapasitas produksi sekaligus memperluas eksposur pasar global maupun domestik pada 2026 mendatang. (*)