JAKARTA — Industri nikel Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Pada ajang Operational Excellence Conference (OPEXCON) 2025, inovasi otomasi pengaturan rasio Silica/Magnesia (S/M) pada slag furnace berbasis machine learning yang dikembangkan PT Vale Indonesia Tbk berhasil meraih Gold Achievement.
Inovasi tersebut merupakan bagian dari transformasi digital berkelanjutan yang digerakkan oleh PT Vale, anggota MIND ID (Mining Industry Indonesia Holding).
Keberhasilan ini menegaskan posisi perusahaan sebagai pionir pertambangan nikel yang mampu mengintegrasikan teknologi cerdas, keselamatan kerja, dan efisiensi operasional dalam satu sistem berkelanjutan.
“Pengakuan ini menunjukkan bahwa operational excellence bukan sekadar konsep bagi kami, tetapi sistem yang hidup dalam setiap aspek kerja,” ujar Bernardus Irmanto, Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Kamis (13/11).
“Dengan memadukan disiplin proses, keselamatan, dan kecerdasan buatan, kami membuktikan bahwa industri pertambangan Indonesia mampu berada di garis depan inovasi global,” lanjutnya.
Proyek bertajuk “Slag Aman Tidur Nyenyak” ini dipimpin oleh Ikra Setya Utama dan melibatkan tim lintas fungsi yang terdiri atas Yuda Kusumah, Mawaz Rindra Dihari, Amelia Welirangan, Ruti Pusakawati, Syahril Yusuf, dan Fitrian Oddang.
Mereka mengatasi tantangan klasik dalam proses peleburan nikel: ketidakstabilan rasio S/M yang kerap menurunkan performa furnace dan produktivitas.
Melalui sistem machine learning yang terintegrasi langsung dengan kendali lapangan, PT Vale berhasil meningkatkan S/M compliance dari 89% menjadi 95%, menghilangkan kebutuhan penyesuaian manual 24 jam, dan berpotensi menambah produksi hingga ±182 ton nikel per tahun. Selain efisiensi, inovasi ini juga mengurangi risiko operasional secara signifikan.
Menurut Zainuddin, Head of Operational Excellence PT Vale, keberhasilan tersebut menjadi bukti kematangan budaya perbaikan berkelanjutan di tubuh perusahaan.
“Inovasi ini bukan hanya soal peningkatan produksi, tapi bagaimana menciptakan proses yang lebih aman, efisien, dan berwawasan masa depan,” ujarnya.
Melalui integrasi data real-time, neural network, analisa XRF laboratorium, serta sistem kendali PLC, keputusan otomatis kini dapat diambil dalam hitungan detik, menghilangkan jeda proses yang sebelumnya mencapai 30–150 menit. Pendekatan ini tidak hanya mempercepat respons, tetapi juga menurunkan beban kerja operator.
Secara strategis, capaian ini memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis, khususnya nikel untuk industri baterai dan kendaraan listrik. Efisiensi produksi yang meningkat menjadi kunci daya saing nasional di tengah transisi energi dunia.
Implementasi otomasi slag furnace juga memberi dampak lingkungan positif. Stabilitas furnace yang lebih baik berpotensi menurunkan emisi hingga 6.000 ton CO₂eq per tahun, setara dengan penyerapan lebih dari 250.000 pohon.
Ke depan, PT Vale berencana memperluas sistem serupa ke area pengaturan sulfur dan batubara, menandai fase baru otomatisasi cerdas di seluruh rantai produksinya.
“Gold Achievement ini bukan akhir, tetapi fondasi transformasi berikutnya. Kami akan terus memperkuat disiplin operasional, memanfaatkan teknologi, dan memastikan setiap peningkatan memberi manfaat bagi negara, masyarakat, dan generasi mendatang,” tegas Zainuddin. (*)


























