LUWU TIMUR – Sebagai wujud komitmen terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus memperluas kolaborasi dengan masyarakat dan pemangku kebijakan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah pemberdayaan perusahaan.
Salah satu langkah yang kini menjadi fokus adalah pengadaan mobil siaga desa melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Menurut Direktur External PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, program mobil siaga tersebut merupakan hasil musyawarah desa pada tujuh desa wilayah pemberdayaan yang telah mengusulkan kebutuhan kendaraan kesehatan.
Ketujuh desa itu meliputi Desa Timampu, Loeha, Masiku, Kalosi, Buangin, Mahalona, dan Harapan.
“Dalam Petunjuk Teknis Operasional (PTO) PPM Dukungan SDGs Desa, terdapat menu pengadaan Mobil Desa Siaga. Desa-desa di wilayah pemberdayaan PTVI melakukan musyawarah dan mengajukan program ini sesuai kebutuhan,” jelas Yusri, baru-baru ini.
Selain mobil siaga, PT Vale juga memfasilitasi pengadaan Ambulans Danau di Desa Matano yang dinilai sangat diperlukan mengingat kondisi geografis setempat.
“Ada satu desa yang mengusulkan dan sudah memiliki Ambulance Danau, yaitu Desa Matano,” tambahnya.
Yusri menegaskan bahwa seluruh desa di wilayah pemberdayaan PT Vale memiliki kesempatan yang sama untuk mengajukan program kesehatan, selama sesuai dengan menu yang tercantum dalam PTO PPM Dukungan SDGs Desa.
Menu tersebut mencakup delapan tujuan SDGs, yakni Tujuan 2, 3, 4, 8, 9, 11, 13, dan 17. Setiap usulan harus mencerminkan kebutuhan nyata desa dan diikuti komitmen untuk menjaga keberlanjutan program.
“Program ini mendukung pencapaian SDGs Nomor 3: Desa Sehat dan Sejahtera,” tuturnya.
Dengan berbagai inisiatif itu, PT Vale menegaskan kontribusinya dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Upaya ini juga sejalan dengan nilai perusahaan yang ingin membangun masa depan lebih baik melalui kerja sama berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. (*)

























