Berita

Sepekan Jelang Idul Fitri 2026, Bulog Pastikan Stok Beras Sulselbar Aman hingga Dua Tahun

Tim Redaksi
×

Sepekan Jelang Idul Fitri 2026, Bulog Pastikan Stok Beras Sulselbar Aman hingga Dua Tahun

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat memastikan ketersediaan stok beras menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 dalam kondisi aman. Bahkan, cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua tahun ke depan.

Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Karmila Hasmin Marunta, mengungkapkan saat ini stok beras yang tersedia mencapai 528 ribu ton.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

“Stok yang ada di Kanwil Bulog Sulawesi Selatan saat ini sebanyak 528 ribu ton. Ini sangat cukup sampai dengan dua tahun ke depan,” ujar Karmila, Rabu (11/3/2026).

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik menjelang Idul Fitri karena pemerintah telah memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga. Salah satunya melalui program Gerakan Pangan Murah yang digelar di berbagai daerah untuk memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

“Sesuai arahan Direktur dari Badan Pangan Nasional, tidak perlu panik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat masih bisa dengan tenang mendapatkan komoditas pangan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah,” jelasnya.

Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga.

Karmila menyebutkan hingga saat ini Bulog telah menyerap sekitar 126 ribu ton gabah dan beras dari target penyerapan di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

“Sampai hari ini kita masih melakukan penyerapan gabah beras di lapangan. Untuk wilayah Sulawesi Selatan panen raya diperkirakan berlangsung pada akhir Maret. Target penyerapan untuk Sulsel dan Sulbar tahun ini sebanyak 700 ribu ton dan sampai saat ini sudah mencapai 126 ribu ton,” katanya.

Ia berharap penyerapan tersebut terus meningkat seiring datangnya masa panen raya, sehingga target yang ditetapkan tahun ini dapat tercapai bahkan melampaui capaian tahun sebelumnya.

Terkait produksi padi di Sulawesi Selatan, Karmila menilai kondisi cuaca yang didominasi hujan tidak terlalu berdampak terhadap hasil produksi. Berdasarkan data dari dinas terkait, produksi padi justru diperkirakan mengalami peningkatan.

“Memang hujan, tetapi tidak terlalu mempengaruhi produksi. Dari data dinas terkait, produksi kita malah semakin bertambah sehingga target Bulog juga meningkat tahun ini,” ujarnya. (*)