Berita

ABDSI Perkuat Sinergi Nasional, Gandeng Kampus untuk Pengembangan UMKM

Tim Redaksi
×

ABDSI Perkuat Sinergi Nasional, Gandeng Kampus untuk Pengembangan UMKM

Sebarkan artikel ini
ABDSI Perkuat Tata Kelola, Profesionalisme, dan Kolaborasi Kampus

SURAKARTA — Upaya memperkuat peran lembaga pendamping usaha dalam mendorong pertumbuhan koperasi dan UMKM terus digencarkan.

Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Business Development Services Indonesia (DPN ABDSI) menggelar pertemuan konsolidasi bersama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) ABDSI Jawa Tengah di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Minggu (3/5).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kegiatan yang berlangsung di ruang sidang LPPM UNS tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi organisasi, tetapi juga forum strategis untuk menyelaraskan arah pengembangan Business Development Services (BDS) di tingkat nasional.

Pertemuan ini dihadiri Ketua Umum DPN ABDSI, Bahrul Ulum Ilham, bersama Sekretaris Jenderal Meta Nur Maftuha, Bendahara Bachtiar Baso, serta jajaran pengurus lainnya. Dari tingkat wilayah, Ketua DPW ABDSI Jawa Tengah Edi Suhardi turut hadir bersama pengurus dan perwakilan daerah.

Kehadiran akademisi sekaligus Ketua Pusat Studi Pendampingan Koperasi dan UMKM (PSP-KUMKM) UNS, Malik Cahyadin, memberi warna tersendiri dalam diskusi. Perspektif akademik dinilai penting untuk memperkuat pendekatan pendampingan berbasis riset.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kapasitas dan profesionalisme anggota, hingga kebutuhan mendesak akan standardisasi layanan serta sistem sertifikasi bagi praktisi BDS.

Ketua Umum DPN ABDSI, Bahrul Ulum Ilham, menegaskan bahwa pengembangan kualitas pendamping usaha tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi dengan dunia akademik.

Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi akan membuka ruang inovasi sekaligus memperkuat basis keilmuan dalam praktik pendampingan.

“ABDSI terbuka untuk berkolaborasi dengan PSP-KUMKM UNS. Kemitraan ini penting untuk menghadirkan model pendampingan yang lebih terukur, berbasis data, dan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM,” ujarnya.

Selain itu, sinergi lintas sektor juga dipandang sebagai kunci dalam membangun ekosistem koperasi dan UMKM yang berdaya saing. Pendampingan yang terstruktur dan profesional diharapkan mampu mendorong pelaku usaha naik kelas secara berkelanjutan.

Pertemuan ini sekaligus menegaskan komitmen ABDSI untuk terus memperkuat soliditas organisasi, sembari membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui langkah tersebut, ABDSI berharap dapat berkontribusi lebih signifikan dalam pengembangan koperasi dan UMKM di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan persaingan ekonomi yang semakin kompleks. (*)