Berita

Dukungan CSR PT Vale Dorong Penghijauan Pekarangan Produktif di Desa Bahomoahi

Tim Redaksi
×

Dukungan CSR PT Vale Dorong Penghijauan Pekarangan Produktif di Desa Bahomoahi

Sebarkan artikel ini
Kantor Desa Bahomoahi (Foto: KabarSelebes.id)
Kantor Desa Bahomoahi (Foto: KabarSelebes.id)

MOROWALI – Upaya penghijauan lahan pekarangan yang bernilai ekonomi terus digencarkan warga Desa Bahomoahi, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali.

Program ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat yang mendapat dukungan dari PT Vale Indonesia Tbk melalui program corporate social responsibility (CSR).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kepala Desa Bahomoahi, Asep Anwar Musyadat, mengatakan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Lahan di sekitar rumah diarahkan untuk ditanami berbagai jenis tanaman produktif yang dapat dimanfaatkan secara ekonomi.

“Dukungan dari PT Vale salah satunya berupa bantuan pembuatan pagar untuk pekarangan warga, sehingga tanaman bisa lebih terjaga,” ujar Asep, dikutip KabarSelebes.id, Jumat (30/1/2026).

Selain program penghijauan, PT Vale juga memberikan pendampingan kepada kelompok usaha masyarakat, khususnya di sektor pengolahan herbal. Menurut Asep, kelompok usaha tersebut kini menunjukkan perkembangan positif.

“Dalam perjalanannya, kelompok usaha herbal sudah mampu berkembang dan sebagian anggotanya mulai berusaha secara mandiri,” katanya.

Sejak 2015 hingga 2025, PT Vale Indonesia Tbk tercatat telah menyalurkan dana CSR sebesar Rp78 miliar kepada 13 desa lingkar tambang di Kecamatan Bungku Timur dan Kecamatan Bahodopi. Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pengembangan ekonomi lokal.

Tak hanya fokus pada penghijauan dan usaha produktif, Pemerintah Desa Bahomoahi juga mulai mendorong pengelolaan sampah, khususnya sampah organik, agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Asep menilai, sampah organik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kompos atau bahan baku pupuk organik.

“Ke depan, kami berharap masyarakat bisa mengelola sampah organik secara mandiri dan menghasilkan nilai ekonomi. Kami berharap perusahaan seperti PT Vale dapat membantu mewujudkan rencana ini,” ungkapnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah organik membutuhkan dukungan teknologi dan pendampingan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak perusahaan dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Melalui sinergi ini, Desa Bahomoahi diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi berbasis lingkungan, sekaligus menciptakan kawasan permukiman yang hijau, sehat, dan produktif. (*)