Berita

Bina 139 Pelaku Usaha, PT Vale Dorong Ekonomi Lokal yang Lebih Tangguh

Tim Redaksi
×

Bina 139 Pelaku Usaha, PT Vale Dorong Ekonomi Lokal yang Lebih Tangguh

Sebarkan artikel ini

Fokus Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing

PT Vale Excellence Award 2026

LUWU TIMUR — PT Vale Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pemberdayaan Sorowako, Kabupaten Luwu Timur.

Melalui pola pembinaan yang berkelanjutan, perusahaan tidak hanya membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan bisnis, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi lokal yang lebih kuat dan berdaya saing.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Komitmen tersebut tercermin dalam pelaksanaan Excellence Award 2026 di Sorowako, yang menjadi ajang apresiasi bagi UMKM binaan dengan perkembangan usaha dinilai paling progresif.

Program pendampingan yang dijalankan PT Vale mencakup berbagai aspek penguatan usaha, mulai dari administrasi bisnis, pencatatan keuangan berbasis digital, peningkatan kualitas produk, hingga strategi pemasaran dan promosi melalui platform media sosial.

Selain pembinaan teknis, perusahaan juga menghadirkan kegiatan UMKM Learning sebagai ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan antar pelaku usaha.

Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan pembekalan terkait strategi branding, penguatan pemasaran, serta pentingnya membangun jaringan bisnis.

Direktur External Relation PT Vale Indonesia, H. Yusri Yunus, mengatakan hingga 2025 terdapat 139 pelaku UMKM yang telah mendapatkan pendampingan dari perusahaan di wilayah pemberdayaan.

Jumlah tersebut tersebar di empat kecamatan, masing-masing Kecamatan Nuha sebanyak 51 pelaku usaha, Towuti 37, Wasuponda 29, dan Malili 22 pelaku usaha.

Menurut Yusri, sepanjang 2025 program pembinaan lebih difokuskan pada penguatan administrasi usaha dan peningkatan kualitas produk agar pelaku UMKM mampu berkembang secara lebih profesional.

Memasuki 2026, PT Vale memperluas cakupan program dengan menambah delapan kelompok binaan baru. Dengan penambahan tersebut, total kelompok binaan pada kuartal pertama 2026 mencapai 14 kelompok.

“Pendampingan kini juga diarahkan pada penguatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja, inovasi produk, serta perluasan jejaring pemasaran,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktavianus, mengapresiasi program pembinaan yang dijalankan PT Vale terhadap UMKM lokal.

Menurutnya, pendampingan tersebut membantu pelaku usaha yang sebelumnya masih memiliki keterbatasan dalam pengelolaan administrasi usaha.

“Sekarang banyak UMKM yang mengalami peningkatan kinerja dan lebih siap berkembang,” katanya.

Program pembinaan UMKM tersebut diharapkan terus menjadi penggerak lahirnya pelaku usaha lokal yang lebih mandiri, adaptif, dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. (*)