Berita

PT Vale Catat Kinerja Solid pada 2025, Produksi Nikel Naik dan Laba Bersih Tumbuh 32 Persen

Tim Redaksi
×

PT Vale Catat Kinerja Solid pada 2025, Produksi Nikel Naik dan Laba Bersih Tumbuh 32 Persen

Sebarkan artikel ini
PT Vale Catat Kinerja Solid pada 2025, Produksi Nikel Naik dan Laba Bersih Tumbuh 32 Persen
PT Vale Catat Kinerja Solid pada 2025, Produksi Nikel Naik dan Laba Bersih Tumbuh 32 Persen

JAKARTA — PT Vale Indonesia Tbk (kode saham: INCO) mencatat kinerja operasional dan keuangan yang solid sepanjang tahun 2025 di tengah dinamika pasar komoditas global.

Perusahaan tambang nikel tersebut membukukan peningkatan produksi, pertumbuhan pendapatan, serta lonjakan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Berdasarkan laporan keuangan auditan yang diumumkan pada 16 Maret 2026, produksi nikel dalam matte PT Vale mencapai 72.027 metrik ton pada 2025, meningkat dibandingkan 71.311 ton pada 2024.

Secara triwulanan, produksi pada kuartal IV 2025 tercatat 17.052 ton, turun sekitar 12 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 19.391 ton.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh kegiatan pembangunan kembali Furnace 3 yang dimulai pada November 2025 dan ditargetkan rampung pada Mei 2026.

Pendapatan Tumbuh, Laba Melonjak

Dari sisi keuangan, PT Vale membukukan pendapatan sebesar US$990,2 juta pada 2025, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan US$950,4 juta pada 2024.

Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan volume pengiriman nikel matte serta perbaikan tingkat payability yang mulai berlaku sejak Juli 2025.

Sepanjang tahun, pengiriman nikel matte tercatat 73.093 ton, sedikit lebih tinggi dibandingkan 72.625 ton pada tahun sebelumnya.

Meski harga rata-rata nikel matte mengalami penurunan menjadi US$12.157 per ton, dari US$13.086 per ton pada 2024, perusahaan tetap mampu menjaga kinerja keuangan melalui efisiensi operasional.

Hasilnya, laba bersih PT Vale mencapai US$76,1 juta, melonjak 32 persen dibandingkan US$57,8 juta pada 2024. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar US$228,2 juta, sedikit meningkat dari tahun sebelumnya.

Efisiensi Biaya dan Diversifikasi Pendapatan

Perusahaan juga berhasil mempertahankan disiplin biaya. Unit biaya kas penjualan tercatat US$9.339 per ton, lebih rendah dibandingkan US$9.374 per ton pada 2024 dan menjadi tingkat biaya kas tahunan terendah dalam empat tahun terakhir.

Selain produksi nikel matte, PT Vale mulai memperluas sumber pendapatan melalui penjualan bijih nikel saprolit dari blok Bahodopi dan Pomalaa.

Sepanjang 2025, total penjualan bijih saprolit mencapai 2,31 juta wet metric ton (wmt), dengan kontribusi terbesar berasal dari blok Bahodopi.

Belanja Modal Naik Signifikan

Untuk mendukung ekspansi dan pengembangan proyek, PT Vale mengalokasikan belanja modal sebesar US$485,9 juta pada 2025, meningkat 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$332,1 juta.

Per akhir 2025, perusahaan juga mencatat saldo kas sebesar US$376,3 juta, mencerminkan posisi keuangan yang cukup kuat untuk mendukung proyek pertumbuhan di masa depan.

Memasuki 2026, PT Vale terus memperkuat strategi hilirisasi dan pengembangan proyek tambang bersama mitra usaha.

Salah satu proyek utama berada di Pomalaa, yang saat ini telah mencapai sekitar 60 persen progres pengembangan tambang.

Sementara itu, proyek fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) di kawasan tersebut telah mencapai sekitar 50 persen tahap konstruksi, dengan target penyelesaian mekanis pertama pada kuartal III 2026.

Perusahaan menegaskan bahwa seluruh inisiatif strategis tersebut dijalankan dengan disiplin keuangan, tata kelola yang kuat, serta komitmen terhadap praktik pertambangan berkelanjutan. (*)