Berita

Begini Cara PT Vale Indonesia Kendalikan Limbah Tambang di Sorowako

Tim Redaksi
×

Begini Cara PT Vale Indonesia Kendalikan Limbah Tambang di Sorowako

Sebarkan artikel ini
Pengelolaan Air Limbah Tambang PT Vale
PT Vale Indonesia Sorowako, Luwu Timur (Foto: Dok PT Vale)

LUWU TIMUR — Di kawasan tambang nikel Sorowako, pengelolaan air menjadi salah satu aspek penting dalam operasional pertambangan yang berkelanjutan.

PT Vale Indonesia Tbk menegaskan bahwa air limbah tambang atau mine effluent tidak langsung dibuang ke sungai maupun danau, tetapi terlebih dahulu melalui serangkaian proses pengolahan yang terencana dan terukur.

Air limbah yang berasal dari limpasan area tambang maupun proses produksi terlebih dahulu dialirkan ke ratusan kolam pengendapan (sediment pond) yang tersebar di area operasional, termasuk di wilayah Petea dan Sorowako.

Kolam pengendapan ini berfungsi menahan aliran air serta mengendapkan partikel lumpur sebelum memasuki tahap pengolahan lanjutan.

Begini Cara PT Vale Indonesia Kendalikan Limbah Tambang di Sorowako

Selain kolam pengendapan, terdapat dua fasilitas utama pengolahan limbah cair, yaitu Pakalangkai Wastewater Treatment yang mulai beroperasi sejak 2013 serta Lamella Gravity Settler (LGS) yang beroperasi sejak 2014.

Kedua fasilitas tersebut berfungsi mempercepat proses pengendapan sedimen serta meningkatkan kualitas air sebelum dilepas ke lingkungan.

Teknologi Lamella Gravity Settler merupakan teknologi yang umum digunakan dalam proses penjernihan air, termasuk untuk pengolahan bahan baku air minum.

Penerapan teknologi ini di sektor pertambangan merupakan hasil riset dan kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Melalui sistem pengolahan tersebut, kualitas air limbah yang dihasilkan dipastikan memenuhi baku mutu lingkungan sebelum dialirkan ke badan air alami.

Pemantauan kualitas air dilakukan secara rutin oleh laboratorium independen terakreditasi menggunakan metode standar nasional SNI serta standar dari American Public Health Association.

Pemantauan juga dilakukan terhadap kualitas air di Danau Matano dan Danau Mahalona. Hasil pengukuran menunjukkan parameter seperti Total Suspended Solid (TSS) dan kandungan Cr6+ berada di bawah ambang batas baku mutu yang ditetapkan pemerintah.

Begini Cara PT Vale Indonesia Kendalikan Limbah Tambang di Sorowako

Pihak perusahaan menyatakan bahwa pengelolaan air merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional tambang.

“Menjaga air bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari merawat kehidupan untuk masa depan yang berkelanjutan,” demikian pernyataan perusahaan.

Melalui sistem pengelolaan limbah cair yang terintegrasi, perusahaan berharap praktik pertambangan dapat berjalan seiring dengan upaya perlindungan lingkungan, khususnya menjaga kualitas air di kawasan tambang Sorowako dan sekitarnya. (*)