BARRU – Upaya meningkatkan kewaspadaan ibu hamil terhadap risiko preeklamsia dilakukan melalui skrining tekanan darah dan edukasi kesehatan di wilayah kerja Posyandu Sambiloto, Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru.
Kegiatan tersebut dikemas dalam program individu SIGAP BUMIL (Skrining dan Edukasi Preeklamsia pada Ibu Hamil) yang dilaksanakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Muthiah Raihana Corana, pada Senin (27/7/2026).
Program tersebut menyasar ibu hamil dengan fokus pada pengenalan hipertensi dalam kehamilan, faktor risiko preeklamsia, serta pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin.
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan tekanan darah terhadap ibu hamil yang hadir di Posyandu Sambiloto. Hasil pemeriksaan kemudian disampaikan secara langsung kepada masing-masing peserta agar mereka mengetahui kondisi tekanan darahnya dan dapat lebih memperhatikan kesehatan selama masa kehamilan.
Skrining sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam edukasi karena preeklamsia pada tahap awal tidak selalu disertai keluhan yang mudah dikenali. Pemantauan tekanan darah secara berkala dan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) dapat membantu menemukan perubahan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah skrining, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi secara individual atau one on one. Pendekatan tersebut memungkinkan ibu hamil berkomunikasi lebih leluasa, termasuk menyampaikan pertanyaan maupun keluhan yang dialami selama kehamilan.
Materi yang diberikan mencakup pengertian preeklamsia, faktor risiko, tanda dan gejala, serta pentingnya melakukan pemeriksaan ANC secara rutin.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai sejumlah tanda bahaya yang perlu mendapat perhatian, antara lain tekanan darah tinggi, sakit kepala hebat, gangguan penglihatan, nyeri ulu hati, serta pembengkakan pada wajah dan tangan.
Ibu hamil diingatkan untuk segera mendapatkan pemeriksaan dari tenaga kesehatan apabila mengalami gejala yang mengkhawatirkan.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi edukasi berlangsung. Sejumlah ibu hamil aktif mengajukan pertanyaan mengenai kondisi tekanan darah selama kehamilan, faktor risiko preeklamsia, jadwal pemeriksaan ANC, hingga gejala yang mengharuskan mereka segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
Model edukasi secara individual juga memberikan ruang bagi peserta untuk mendiskusikan kondisi masing-masing dan memperoleh penjelasan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sebagai bahan edukasi lanjutan, setiap peserta mendapatkan pamflet yang berisi hasil pemeriksaan tekanan darah serta informasi mengenai preeklamsia. Materi tersebut memuat pengertian, faktor risiko, tanda dan gejala, pentingnya pemeriksaan ANC, serta langkah yang perlu dilakukan ketika muncul tanda bahaya.
Pamflet tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi ibu hamil sekaligus membantu mereka mengingat kembali informasi yang telah disampaikan setelah kegiatan berakhir. Informasi itu juga dapat dibagikan kepada anggota keluarga agar dukungan terhadap kesehatan ibu selama kehamilan semakin kuat.
Melalui program SIGAP BUMIL, kegiatan skrining dan edukasi diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa pemantauan kesehatan selama kehamilan tidak cukup dilakukan ketika muncul keluhan.
Ibu hamil diharapkan semakin memahami pentingnya pemeriksaan ANC secara rutin, mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan, serta tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila menemukan gejala yang mengkhawatirkan.
Program tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan yang dilakukan secara langsung dan personal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap hipertensi dan preeklamsia selama kehamilan. (*)














