Nasional

IDAI Desak Pengawasan Ketat Program MBG, Ingatkan Bahaya Keracunan Anak

Tim Redaksi
×

IDAI Desak Pengawasan Ketat Program MBG, Ingatkan Bahaya Keracunan Anak

Sebarkan artikel ini
Program MBG
Program MBG (Foto: Antara)

JAKARTA – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus keracunan makanan pada anak sekolah yang terjadi dalam kegiatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.

Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Kepala Badan Gizi Nasional tertanggal 26 September 2025, IDAI menegaskan bahwa meski MBG bertujuan mulia meningkatkan status gizi dan kesehatan anak, kasus keracunan yang terus berulang justru menimbulkan risiko serius bagi keselamatan.

“Jangan pernah menyepelekan jika seorang anak mengalami keracunan, karena mereka adalah masa depan bangsa yang harus dijaga keselamatan dan kesehatannya,” tulis IDAI dalam surat tersebut yang ditandatangani Ketua Umum IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), Subsp.Kardio(K), dan Sekretaris Umum IDAI, Dr. dr. Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp.H.Onk(K).

Surat Terbuka IDAI tentang Program MBG

IDAI kemudian merinci lima poin penting yang harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan MBG, yaitu:

  1. Keselamatan anak sebagai prioritas utama. Anak, balita, dan ibu hamil adalah kelompok rentan yang wajib dilindungi dari risiko keracunan.
  2. Keamanan pangan dijamin. Proses penyediaan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan harus sesuai standar keamanan pangan untuk mencegah kontaminasi.
  3. Kualitas gizi terjamin. Menu MBG disusun ahli gizi dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi anak.
  4. Pengawasan diperketat. Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beserta fasilitasnya harus tersertifikasi dan rutin dievaluasi oleh Badan Gizi Nasional.
  5. Prosedur mitigasi jelas. Penanganan kasus keracunan harus melibatkan pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, dokter spesialis anak, dan masyarakat.

Melalui pernyataan ini, IDAI menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan pemerintah, sekolah, serta masyarakat agar Program MBG benar-benar memberi manfaat kesehatan, gizi, dan masa depan lebih baik bagi anak-anak Indonesia.

“STOP keracunan pada MBG,” tegas IDAI. (*)