MAKASSAR – Jumlah guru besar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bertambah. Perguruan tinggi swasta Islam yang berdiri sejak 19 Juni 1963 itu kini memiliki 27 profesor.
Hal ini terungkap saat pengukuhan lima guru besar baru di Balai Sidang Muktamar ke-47, Kampus Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Senin (29/9/2025).
Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tentang Pengangkatan Guru Besar lima dosen Unismuh Makassar dibacakan oleh Wakil Rektor II Unismuh Makassar Dr Ihyani Malik, sedangkan biodata kelima guru besar tersebut dibacakan oleh Wakil Rektor I Prof Andi Sukri Syamsuri.
Kelima profesor berasal dari berbagai bidang ilmu: Prof Kasifah, Ilmu Pertanian; Prof Agustan, Pendidikan Matematika; Prof Hartono Bancong, Eksperimen Pembelajaran Fisika; Prof Rukli, Penelitian dan Evaluasi Pendidikan; Prof Asriati, Ilmu Ekonomi
“Jumlah guru besar saat ini 27 orang, masih ada satu orang akan dikukuhkan pada 6 Oktober, sehingga menjadi 28,” kata Rektor Unismuh, Dr Abd Rakhim Nanda.
Ia menjelaskan, penambahan guru besar memberi dampak positif bagi pengembangan institusi.
Guru besar juga diharapkan memotivasi dosen lain untuk meraih gelar profesor.
“Harus berkolaborasi dan berinovasi sehingga mengangkat martabat institusi kita. Kami harapkan juga membawa berkah tersendiri bagi keluarga bapak dan ibu,” jelasnya.
Unismuh menargetkan jumlah guru besar mencapai 34 orang hingga akhir 2025.
Sementara Wakil Rektor II Unismuh, Dr Ihyani Malik, menyebut penambahan lima guru besar sebagai pencapaian luar biasa.
“Reputasi kami akan sangat dipengaruhi seberapa banyak punya guru besar,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse pada kesempatan yang sama mengatakan, para guru besar, para profesor itu adalah al-ulama, orang yang punya ilmu. Mereka itu ahli pada bidannya masing-masing sehingga disebut ulama.
“Tadi sudah ada juga disebutkan, apakah sama orang orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu? Ini juga sudah menggambarkan kalau ada masalah-masalah yang kita hadapi kata Allah, lalu kita tidak tahu, tanyalah mereka, tanya mereka itu dalam bidannya masing-masing,” kata Ambo Asse.
Para guru besar yang dikukuhkan, lanjutnya, telah menyampaikan rasa syukurnya menggapai guru besar, tetapi tanda-tanda kesyukuran yang diharapkan ke depan adalah bagaimana mengembangkan ilmunya, bagaimana memanfaatkan ilmunya di Unismuh Makassar sebesar-besarnya pemanfaatan sampai purnabakti di Unismuh Makassar.
“Harapan pimpinan wilayah Muhammadiyah, guru besarnya sampai purnabakti di Universitas Muhammadiyah Makassar. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah kecewa kalau sudah guru besar di Universitas Muhammadiyah Makassar lalu meninggalkan Universitas Muhammadiyah Makassar. Ini saya sampaikan karena ada yang pernah terjadi,” ungkap Ambo Asse.
Acara pengukuhan guru besar Unismuh Makassar dihadiri seribuan dosen, sivitas akademika, tamu dan undangan, termasuk Kabag Umum LLDikti Wilayah IX Sultanbatara dan sejumlah pimpinan perguruan tinggi. (*)

























