Berita

Lorong Binaan hingga Debat Kampus, Muda Bergerak Sulsel Tancap Gas

Tim Redaksi
×

Lorong Binaan hingga Debat Kampus, Muda Bergerak Sulsel Tancap Gas

Sebarkan artikel ini
Muda Bergerak Sulsel Konsolidasi, Siapkan Lorong Binaan dan Debat Kampus
Muda Bergerak Sulsel Konsolidasi, Siapkan Lorong Binaan dan Debat Kampus (Foto: Humas GR Sulsel)

MAKASSAR — Muda Bergerak Sulawesi Selatan menegaskan langkah percepatan gerakan organisasinya melalui konsolidasi internal yang digelar di Warkop Dg Sija Jl Urip Sumoharjo Makassar, Senin (16/2/2026) malam.

Forum tersebut menjadi momentum memperkuat soliditas kepengurusan sekaligus mematangkan dua program unggulan, yakni Lorong Binaan dan Debat Kampus.

Konsolidasi ini turut dihadiri Sekretaris DPW Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Suwardi. Kehadirannya menegaskan posisi Muda Bergerak sebagai sayap kepemudaan yang berperan dalam menggerakkan partisipasi dan aspirasi generasi muda di Sulawesi Selatan.

Dalam arahannya, Suwardi mengajak kalangan muda untuk tidak pasif dalam dinamika kebangsaan. Ia menekankan bahwa pada Pemilu 2029 mendatang, komposisi pemilih akan didominasi generasi milenial, Gen Z, hingga Gen Alfa.

“Kawan-kawan muda harus terus bergerak. Di 2029 nanti, mayoritas pemilih adalah anak muda. Artinya, masa depan bangsa ini sangat ditentukan oleh kesadaran dan partisipasi generasi muda hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW Muda Bergerak Sulawesi Selatan, Muh. Alief, menegaskan bahwa organisasi ini harus menjadi ruang aktualisasi gagasan, bukan sekadar wadah formalitas.

“Saya membuka peluang seluas-luasnya kepada seluruh pengurus untuk mengeluarkan ide dan gagasannya. Apa yang ingin dilakukan — gas kan! Muda Bergerak harus menjadi ruang aspirasi yang nyata, bukan hanya diskusi yang berhenti di meja warkop,” tegasnya.

Lorong Binaan: Gerakan Nyata di Tengah Masyarakat

Salah satu program yang menjadi fokus adalah Lorong Binaan, yang dirancang sebagai gerakan berbasis komunitas di lorong-lorong pemukiman warga.

Program ini akan mendorong pengelolaan lingkungan dan penanganan sampah secara produktif, dengan pendekatan partisipatif.

Lorong tidak lagi dipandang sekadar ruang sempit permukiman, tetapi sebagai titik strategis membangun kesadaran kolektif warga.

Selain aspek kebersihan, program ini juga diarahkan pada nilai ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Debat Kampus: Panggung Adu Gagasan Mahasiswa

Program kedua yang tak kalah ambisius adalah Debat Kampus Muda Bergerak Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pertengahan tahun ini. Forum ini akan melibatkan 10 kampus dan menghadirkan tiga tokoh nasional.

Debat tersebut diproyeksikan menjadi panggung adu gagasan mahasiswa paling panas dan progresif, dengan isu-isu aktual serta atmosfer kompetisi yang kuat.

Selain menjadi ruang intelektual, kegiatan ini juga diharapkan mampu menarik perhatian publik luas, termasuk di ruang digital dan media sosial.

Melalui dua program tersebut, Muda Bergerak Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan gerakan kepemudaan yang progresif, solutif, dan berdampak nyata.

Konsolidasi ini menjadi sinyal bahwa organisasi tersebut tidak hanya membangun wacana, tetapi mulai mengeksekusi agenda konkret di lapangan. (*)