Berita

PT Vale Gencarkan Edukasi TBC di Kolaka, Libatkan Warga hingga Puskesmas

Tim Redaksi
×

PT Vale Gencarkan Edukasi TBC di Kolaka, Libatkan Warga hingga Puskesmas

Sebarkan artikel ini
PT Vale Gencarkan Edukasi TBC di Kolaka, Libatkan Warga hingga Puskesmas
PT Vale Gencarkan Edukasi TBC di Kolaka, Libatkan Warga hingga Puskesmas

KOLAKA – Upaya menekan penyebaran Tuberculosis (TBC) di wilayah lingkar tambang terus diperkuat. PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggencarkan program promosi kesehatan (Promkes) yang menyasar langsung masyarakat desa.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Watalara, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun kesadaran kolektif terhadap bahaya penyakit menular, khususnya TBC.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Occupational Health Doctor PT Vale IGP Pomalaa, dr. R. Fausan Numyani P, menegaskan bahwa pendekatan keluarga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Menurutnya, keluarga merupakan unit paling mendasar dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat. Karena itu, intervensi kesehatan yang dimulai dari lingkup rumah tangga diyakini mampu memberikan dampak yang lebih luas.

“Perusahaan berkomitmen untuk ikut membangun kualitas kesehatan masyarakat. Lingkungan yang sehat berawal dari keluarga yang sadar dan peduli terhadap kesehatan,” ujarnya, Jumat.

Program ini tidak berjalan sendiri. PT Vale menggandeng pemerintah kecamatan serta tenaga kesehatan setempat untuk memastikan pesan edukasi tersampaikan secara efektif dan berkelanjutan.

Camat Baula, Syahrial Darmawan, menilai langkah tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata dunia usaha dalam menjawab persoalan kesehatan masyarakat.

Ia menyoroti TBC sebagai penyakit yang penularannya cepat dan berisiko tinggi jika tidak ditangani secara serius.

Edukasi yang diberikan, kata dia, menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami bahaya TBC, tetapi juga mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing,” katanya.

Selain TBC, masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi penyakit lain seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan langkah sederhana seperti rutin membersihkan tempat penampungan air guna mencegah berkembangnya jentik nyamuk.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati, menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru.

Ia menekankan bahwa penularan penyakit ini sangat mudah terjadi melalui udara, terutama saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi langkah krusial dalam memutus rantai penyebaran.

“Jika ditemukan satu kasus dalam satu rumah, seluruh anggota keluarga harus segera menjalani pemeriksaan. Ini penting untuk mencegah penularan lebih luas,” jelasnya.

Puskesmas Baula, lanjutnya, akan terus melakukan pendampingan serta skrining aktif kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pengendalian TBC di wilayah tersebut.

Dengan sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan tenaga kesehatan, diharapkan upaya pencegahan TBC di Kecamatan Baula dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (*)