LUWU TIMUR – Upaya penanganan stunting di Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, menunjukkan hasil menggembirakan.
Melalui program intervensi gizi terpadu, PT Vale Indonesia Tbk berhasil mengubah kondisi 37 anak yang sebelumnya terkonfirmasi mengalami stunting.
Program yang digagas PT Vale Indonesia Tbk ini menjadi bagian dari intervensi kesehatan masyarakat yang dilakukan sejak Maret 2026 dengan melibatkan tenaga medis, puskesmas, posyandu, bidan desa, hingga Rumah Sakit Inco Sorowako.
Dari 42 anak yang direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan, hasil asesmen medis menunjukkan 37 anak berada dalam kategori stunting dan memerlukan penanganan khusus melalui intervensi gizi berkelanjutan.
Salah satu penerima manfaat, Lutfi, balita berusia 15 bulan, menjadi contoh nyata perubahan yang terjadi setelah program berjalan.
“Awalnya timbangan dan tinggi badannya tidak sesuai, makanya dia dikatakan kategori stunting,” ujar Rezky, orang tua Lutfi, saat mendampingi anaknya di RS Inco Sorowako.
Menurutnya, perubahan mulai terlihat setelah anaknya rutin mengonsumsi susu berkalori tinggi yang menjadi bagian dari intervensi gizi dalam program tersebut.
“Setelah ada program dari Vale untuk bayi stunting, dia diberikan susu. Dari dia mengonsumsi susu, ada perubahan melewati ambang batas dari stunting,” tambahnya.
Program intervensi ini tidak hanya berfokus pada pemberian asupan tambahan, tetapi juga pendekatan medis menyeluruh.
Dokter spesialis anak RS Inco Sorowako, dr. Imelda Hadi, menjelaskan bahwa setiap anak menjalani pemeriksaan berkala dan pemantauan ketat.
“Langkah awal kami lakukan pemeriksaan medis dan wawancara pola makan. Kemudian pemantauan berat dan tinggi badan secara rutin setiap 10 hari,” jelasnya.
Selain itu, pemeriksaan laboratorium, skrining tuberkulosis, hingga radiologi dilakukan bagi kasus tertentu, disertai pemberian suplementasi gizi seperti susu berkalori tinggi, zat besi, vitamin D, dan probiotik.
Pendampingan juga dilakukan secara intensif melalui kolaborasi dengan bidan desa yang turun langsung memantau kondisi anak hingga ke rumah.
“Saya sangat mengapresiasi bidan desa yang benar-benar antusias dan tulus membantu program ini,” kata dr. Imelda.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, turut memberikan dukungan terhadap program ini dan menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan penurunan stunting.
Ia juga mengajak sektor swasta untuk terlibat aktif melalui skema orang tua asuh bagi anak stunting di wilayahnya.
“Saya mengajak sektor swasta seperti Vale untuk menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.
Pemkab Luwu Timur sendiri telah menyiapkan Program Seribu Kehidupan yang menyasar ibu hamil hingga masa pasca melahirkan sebagai bagian dari strategi penurunan angka stunting secara berkelanjutan.
Bagi PT Vale, penanganan stunting bukan sekadar program sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Melalui pendekatan kesehatan terpadu ini, perusahaan berharap intervensi yang dilakukan tidak hanya berdampak pada pemulihan kondisi anak, tetapi juga menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di wilayah lain. (*)


























