Maros

Pemkab Maros Dorong Peran Alumni PMII Perkuat Pesantren dan Program Kabupaten Ramah Anak

Tim Redaksi
×

Pemkab Maros Dorong Peran Alumni PMII Perkuat Pesantren dan Program Kabupaten Ramah Anak

Sebarkan artikel ini
Pemkab Maros Dorong Peran Alumni PMII Perkuat Pesantren dan Program Kabupaten Ramah Anak
Pemkab Maros Dorong Peran Alumni PMII Perkuat Pesantren dan Program Kabupaten Ramah Anak

MAROS — Pemerintah Kabupaten Maros membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan organisasi kemasyarakatan, termasuk kalangan alumni mahasiswa.

Hal itu tercermin dalam audiensi Bupati Maros, AS Chaidir Syam, bersama Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Maros, yang berlangsung di Kantor Bupati, Senin (5/1/2026).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian rencana pelantikan Pengurus PC IKA PMII Maros masa khidmat 2024–2029 yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari 2026.

Lebih dari itu, audiensi ini dimanfaatkan sebagai ruang dialog untuk membahas peluang sinergi antara pemerintah daerah dan IKA PMII dalam mendukung agenda pembangunan Maros.

Bupati Chaidir Syam menyambut positif rencana pelantikan tersebut dan menilai IKA PMII memiliki potensi besar sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Menurutnya, kontribusi alumni PMII sangat dibutuhkan, terutama pada sektor sosial, pendidikan, keagamaan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Salah satu fokus yang disampaikan Bupati adalah dukungan terhadap terwujudnya Kabupaten Layak dan Ramah Anak (KLA). Ia menekankan pentingnya keterlibatan elemen masyarakat, termasuk organisasi alumni, dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Pesantren menjadi salah satu titik perhatian. Lingkungan pendidikan keagamaan harus benar-benar ramah anak dan mampu melindungi santri dari berbagai risiko,” ujar Chaidir Syam.

Selain isu perlindungan anak, Bupati juga mendorong peran aktif IKA PMII Maros dalam pemberdayaan ekonomi pesantren. Ia menyebut program One Pesantren One Product sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi berbasis lembaga pendidikan keagamaan.

“Pesantren perlu didorong agar memiliki produk UMKM unggulan. Saya melihat IKA PMII memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk mendampingi pesantren agar lebih mandiri secara ekonomi,” tambahnya.

Ketua PC IKA PMII Maros, Abrar Rahman, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan arahan yang diberikan Bupati Maros. Ia menegaskan komitmen organisasi yang dipimpinnya untuk menindaklanjuti harapan tersebut melalui kerja sama konkret dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Menurut Abrar, salah satu rencana kolaborasi yang akan dijajaki adalah dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pemkab Maros. Kerja sama ini diarahkan pada program-program preventif untuk mencegah anak terpapar paham radikalisme.

“Kami berharap kolaborasi ini bisa diformalkan dalam bentuk nota kesepakatan agar programnya berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, PC IKA PMII Maros juga berencana menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM guna mendukung realisasi program Satu Pesantren Satu Produk UMKM yang menjadi bagian dari visi pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Maros.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara PC IKA PMII Maros dan Pemerintah Kabupaten Maros, dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045. (*)