Kampusiana

Tim TRG SE NCD FKM Unhas Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Penderita Diabetes di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar

Tim Redaksi
×

Tim TRG SE NCD FKM Unhas Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Penderita Diabetes di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR — Tim Research Group Social Epidemiology of Non-Communicable Disease (TRG SE NCD) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian di Puskesmas Kassi-Kassi, Kota Makassar, Sabtu (14/6/2025).

Kegiatan ini difokuskan pada pencegahan kecemasan bagi para penderita Diabetes Melitus (DM) yang tergabung dalam program Prolanis di wilayah tersebut.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TRG SE NCD FKM Unhas, Prof. Dr. Ida Leida Maria, S.KM., M.KM., M.Sc.PH, dan diikuti sejumlah akademisi, peneliti, serta mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3.

Ketua Tim Prof. Ida Leida Maria menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penderita penyakit degeneratif seperti Diabetes Melitus di Indonesia cukup signifikan.

Berdasarkan proyeksi, pada tahun 2030 diperkirakan terdapat 21,3 juta penderita diabetes di tanah air. Banyak di antaranya mengalami komplikasi yang turut menambah beban kecemasan.

“Tanpa upaya pencegahan yang signifikan, angka morbiditas, mortalitas, serta permintaan pelayanan kesehatan akibat diabetes akan terus meningkat. Karena itu, penanganan kecemasan pada penderita DM menjadi sangat penting,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Tata Usaha sekaligus Ketua Prolanis Puskesmas Kasi-Kasi, Anwar Ganing, S.Kep., Ns., beserta tim surveilans Puskesmas Kasi-Kasi, Haspina Palalloi, SKM.

Sejumlah anggota tim pengabdian di antaranya Dr. Wahiduddin, S.KM., M.Kes., Dr. Ridwan Mochtar Thaha, M.Sc., Firman, S.KM., M.KM., dan Rianda Ridho Hafizh Thaha, SE., MBA, turut berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan.

Selain edukasi interaktif tentang pencegahan kecemasan pada penderita diabetes, kegiatan ini juga melakukan pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan HBA1c dan pemeriksaan genetik.

“Langkah ini penting agar masyarakat mengetahui status kesehatannya lebih dini dan bisa segera mengambil tindakan pencegahan,” jelas Prof. Ida.

Sebagai bentuk dukungan, peserta kegiatan mendapatkan buku saku panduan penanganan kecemasan pada penderita Diabetes Melitus.

Kegiatan ditutup dengan pemberian bingkisan kepada peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara dan diakhiri dengan sesi foto bersama. (*)