Berita

Seminar Akhir PBL, Mahasiswa FKM Unhas Posko 31 Tuntaskan Intervensi Kesehatan di Tamanroya Jeneponto

Tim Redaksi
×

Seminar Akhir PBL, Mahasiswa FKM Unhas Posko 31 Tuntaskan Intervensi Kesehatan di Tamanroya Jeneponto

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) yang tergabung dalam Posko 31 menuntaskan rangkaian kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) III melalui Seminar Akhir yang digelar di Kantor Lurah Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Senin, 30 Juni 2025.
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) yang tergabung dalam Posko 31 menuntaskan rangkaian kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) III melalui Seminar Akhir yang digelar di Kantor Lurah Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Senin, 30 Juni 2025.

JENEPONTO — Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) yang tergabung dalam Posko 31 menuntaskan rangkaian kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) III melalui Seminar Akhir yang digelar di Kantor Lurah Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Senin, 30 Juni 2025.

Seminar dihadiri 14 peserta yang terdiri atas kader kesehatan, Babinsa, bidan desa, Kepala Pustu, dan Lurah Tamanroya. Kegiatan ini menjadi penutup program intervensi kesehatan yang telah dijalankan sejak 10 Juni 2025.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Koordinator Posko 31 memaparkan capaian intervensi yang mencakup edukasi non-fisik dan pembagian media edukatif. Edukasi yang diberikan meliputi stunting, KEK, BBLR, anemia, bahaya rokok, pelatihan peer educator, serta demo masak MP-ASI. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat.

“Kami melihat lonjakan skor pengetahuan di semua sasaran, bahkan dengan jeda waktu cukup panjang sejak PBL II. Ini berkat keterlibatan aktif para kader yang tetap menyampaikan pesan kesehatan di tengah masyarakat,” ujar Kordes Posko 31.

Di sisi lain, intervensi fisik berupa pembagian media edukatif juga mendapat respon positif. Mahasiswa membagikan Buku Saku “Ibu Siaga” untuk ibu hamil, Buku Saku Peer Educator untuk remaja, Buku Resep MP-ASI untuk ibu balita, serta Kartu Kontrol Kesehatan Ibu dan Anak. Seluruh media tersebut terbukti masih digunakan oleh warga sebagai panduan sehari-hari.

Lurah Tamanroya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata mahasiswa FKM Unhas. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus digelar secara berkala untuk memberdayakan masyarakat dalam bidang kesehatan.

“Kami merasa sangat terbantu. Semoga sinergi ini tidak berhenti di sini dan bisa terus membawa manfaat,” ujar Bu Lurah.

Seminar diakhiri dengan sesi diskusi, penyerahan kenang-kenangan, dan dokumentasi bersama. Kegiatan ini tak hanya menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa, namun juga memperkuat kemitraan antara akademisi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan kesehatan berkelanjutan.

Program ini turut mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan Pembangunan).

Mahasiswa Posko 31 berharap praktik baik ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai model intervensi berbasis masyarakat yang efektif. (*)