MAKASSAR — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar terus menunjukkan peran strategisnya dalam pembangunan sosial-keagamaan.
Melalui berbagai program pemberdayaan, lembaga ini tidak hanya menyalurkan zakat dan infak, tetapi juga menggerakkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
Dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di kantor Baznas Makassar, Jalan Tedu Bersinar, Sabtu (4/10/2025), Ketua Baznas Kota Makassar, H.M. Ashar Tamanggong, menegaskan kembali komitmen lembaganya untuk menjadi mitra utama pemerintah dalam menuntaskan kemiskinan dan membangun kemandirian umat.
“Zakat dan infak yang disalurkan masyarakat melalui Baznas sudah berbuah nyata. Salah satunya terlihat dari lahirnya para penghafal Al-Qur’an di berbagai pondok pesantren,” ujar Ashar.
Pada kesempatan itu, Baznas Makassar kembali menyalurkan bantuan kepada lebih dari 100 santri penghafal Al-Qur’an. Program ini dijalankan dengan pola kolektif, di mana setiap pondok pesantren menerima 20 santri penerima manfaat.
“Kenapa tidak terpisah-pisah? Karena lebih mudah dikontrol. Setelah mereka khatam 30 juz, baru kita pindahkan ke pondok pesantren lainnya. Mereka ini memang santri yang khusus menghafal Al-Qur’an,” jelas Ashar.
Menurutnya, model penyaluran seperti ini bukan hanya mempermudah pengawasan, tetapi juga memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada penerima yang berhak dan berdampak nyata.
Ia menambahkan, semangat berzakat dan berinfak masyarakat Makassar telah berkontribusi langsung pada pembentukan generasi Qurani yang tangguh dan berakhlak mulia.
“Bapak-ibu yang berinfak dan berzakat di Baznas, inilah hasilnya. Rasi bintang zakat kita sudah berbuah, dan buahnya ada pada santri-santri kita,” ungkapnya dengan bangga.
Baznas Makassar kini memposisikan zakat bukan hanya sebagai bentuk santunan, melainkan instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
Selain mendukung dunia pendidikan melalui bantuan santri, Baznas juga aktif membantu pelaku usaha kecil, warga kurang mampu, hingga keluarga pra-sejahtera.
“Dana zakat yang kami kumpulkan dari ASN, masyarakat umum, hingga pelaku usaha, semuanya dikelola agar tepat sasaran. Ini bukan sekadar bantuan, tapi bagian dari ikhtiar menumbuhkan kemandirian umat,” jelas Ashar.
Langkah tersebut selaras dengan pesan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang mendorong sinergi lebih erat antara Pemerintah Kota dan Baznas agar pengelolaan potensi zakat yang baru tergarap sekitar 15 persen dapat dioptimalkan.
Menurut Appi—sapaan akrab Munafri—kolaborasi ini akan menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Makassar.
Dalam acara yang sama, Baznas juga berbagi kebahagiaan bersama masyarakat dengan menyediakan ratusan porsi olahan daging kambing yang berasal dari hewan kurban jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, hari ini kami bagikan olahan daging kambing dari kurban jamaah haji di Mekkah. Semoga bisa dinikmati bersama masyarakat yang hadir di sini,” tutur Ashar.
Melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan yang terus berjalan, Baznas Makassar ingin menunjukkan bahwa pengelolaan zakat yang amanah dan profesional dapat membawa dampak luas—bukan hanya mengurangi angka kemiskinan, tapi juga membangun solidaritas umat dan memperkuat nilai keislaman di masyarakat.
“Zakat adalah amanah. Setiap rupiah yang disalurkan melalui Baznas adalah investasi sosial untuk dunia dan akhirat,” pungkas Ashar. (*)


























