LUWU TIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat sistem layanan kegawatdaruratan kesehatan melalui peningkatan kapasitas tenaga medis dan sinergi lintas sektor.
Hal ini ditandai dengan penutupan Pelatihan Petugas Public Safety Center (PSC) 119 sekaligus pelepasan Tim Jambore Tanggap Bencana Pusat oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Aula KKS Malili, Kamis (9/10/2025).
Kegiatan yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur tersebut menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan layanan tanggap darurat yang cepat, terkoordinasi, dan berbasis masyarakat.
Bupati Irwan menyebut, keberadaan PSC 119 tidak hanya sekadar unit layanan darurat, tetapi juga menjadi garda depan sistem respon bencana dan krisis kesehatan di daerah.
“PSC 119 adalah wajah kesiapsiagaan kesehatan kita. Saya bangga karena meski baru dilantik, tim ini langsung aktif dan berinisiatif melakukan pelatihan. Ini bentuk komitmen bahwa pelayanan cepat dan tepat adalah hal utama,” tegas Irwan.
Lebih jauh, Irwan menilai kesiapsiagaan tenaga kesehatan harus disertai dengan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan lintas instansi.
Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah awal memperkuat jejaring koordinasi antara pemerintah, aparat, tenaga medis, dan masyarakat.
“Kami ingin agar peserta pelatihan menjadi fasilitator di lingkungannya masing-masing, sehingga budaya siaga bencana dan tanggap darurat benar-benar melembaga di tingkat lokal,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PSC 119 Luwu Timur mengungkapkan bahwa sebanyak 50 peserta dari berbagai puskesmas, rumah sakit, dan instansi terkait mengikuti pelatihan tersebut.
PSC 119 ke depan berencana memperluas jangkauan pelatihannya hingga ke tingkat desa, agar masyarakat lebih siap menghadapi berbagai situasi darurat.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga pelaku aktif yang tahu bagaimana bertindak cepat dalam kondisi darurat,” ujarnya.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelepasan Tim Jambore Tanggap Bencana yang akan mewakili Luwu Timur pada kegiatan nasional di Malino, Kabupaten Gowa, 11–12 Oktober 2025.
Bupati Irwan berharap partisipasi tersebut menjadi ajang pembelajaran sekaligus memperkuat jejaring antar daerah dalam penanganan bencana.
“Kita ingin Luwu Timur dikenal sebagai daerah yang siap, sigap, dan solid dalam menghadapi keadaan darurat apa pun,” tutupnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakapolres Luwu Timur Kompol Hajriadi, Plt. Direktur RSUD I Lagaligo dr. Irfan, Kepala Dinas Kesehatan dr. Adnan, serta perwakilan dari 18 puskesmas, RSUD I Lagaligo Wotu, dan INCO Primaya. (*)
























