KOLAKA — PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat di wilayah operasionalnya, salah satunya lewat edukasi pengembangan usaha dan akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Program tersebut dilaksanakan melalui skema Livelihood Restoration Program (LRP) di Desa Longori, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Longori itu diikuti puluhan warga, khususnya pelaku UMKM lokal dari berbagai sektor usaha produktif.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen PT Vale dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat sekaligus memperluas peluang usaha warga di sekitar kawasan pengembangan industri pertambangan Pomalaa.
Mengusung tema “Kemandirian Ekonomi untuk Bisnis Berkelanjutan dan Aksesibilitas Permodalan”, kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola bisnis, memperluas pasar, hingga memahami strategi memperoleh akses pembiayaan usaha.
Dalam keterangannya, PT Vale menyebut program edukasi tersebut dirancang untuk membantu masyarakat membangun usaha yang lebih kompetitif dan berkelanjutan di tengah perkembangan industri hilirisasi mineral.
“Program ini bertujuan memperkuat daya saing UMKM lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan,” demikian keterangan resmi PT Vale yang diterima, Rabu (20/5/2026).
Selain penguatan manajemen usaha, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait inovasi bisnis, pengembangan produk, hingga penerapan prinsip usaha berkelanjutan yang tetap memperhatikan aspek lingkungan.
PT Vale menilai sektor UMKM memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di kawasan penyangga industri tambang dan hilirisasi nikel yang kini berkembang pesat di Kabupaten Kolaka dan Pomalaa.
Sebagai salah satu pusat pengembangan industri nikel nasional, kawasan Pomalaa diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tenggara.
Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat lokal dinilai penting agar warga sekitar dapat ikut terlibat dan memperoleh manfaat ekonomi dari investasi industri yang masuk.
Program Livelihood Restoration Program (LRP) sendiri merupakan bagian dari pendekatan pemberdayaan sosial yang dijalankan PT Vale guna memastikan masyarakat sekitar tambang memperoleh manfaat ekonomi berkelanjutan melalui pengembangan keterampilan, penguatan usaha produktif, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya diberikan materi teknis pengembangan usaha dan akses modal, tetapi juga didorong membangun pola pikir kewirausahaan yang adaptif terhadap perubahan pasar dan perkembangan teknologi.
Perusahaan berharap program tersebut mampu melahirkan pelaku UMKM lokal yang lebih mandiri, produktif, dan memiliki daya saing dalam rantai pasok industri yang terus berkembang di Sulawesi Tenggara.
Selain sektor UMKM, PT Vale Indonesia Tbk sebelumnya juga aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengembangan pertanian, hingga pelestarian lingkungan.
Kehadiran industri pengolahan nikel di Pomalaa juga diperkirakan akan menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah, termasuk meningkatnya kebutuhan di sektor jasa, perdagangan, transportasi, kuliner, dan usaha mikro masyarakat.
Karena itu, penguatan kapasitas UMKM lokal dinilai menjadi langkah strategis agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi kawasan industri berbasis hilirisasi mineral di Sulawesi Tenggara.
Pemerintah daerah sendiri terus mendorong sinergi antara perusahaan dan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan guna memperkuat kesejahteraan warga di sekitar kawasan industri dan pertambangan. (*)


























