Berita

Bapenda Makassar Gelar Rakorsus di Bali, Targetkan PAD Rp2 Triliun

Tim Redaksi
×

Bapenda Makassar Gelar Rakorsus di Bali, Targetkan PAD Rp2 Triliun

Sebarkan artikel ini
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar sebagai leading sektor pendapatan hasil pengelolaan pajak daerah menggelar Rapat Kordinasi Khusus (Rakorsus) Pendapatan Daerah di Hotel Stones, Bali, Kamis (6/02/2025).
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar sebagai leading sektor pendapatan hasil pengelolaan pajak daerah menggelar Rapat Kordinasi Khusus (Rakorsus) Pendapatan Daerah di Hotel Stones, Bali, Kamis (6/02/2025).

BALI – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pendapatan Daerah di Hotel Stones, Bali, pada Kamis (6/2/2025).

Agenda ini bertujuan memperkuat sinergi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta unit kerja pengelola pendapatan dalam upaya mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2 triliun pada tahun 2025.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rakorsus yang dibuka langsung oleh Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, merupakan kali ketiga digelar.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun konsolidasi di antara seluruh pemangku kepentingan pendapatan daerah.

“Jika hari ini kita mampu mencapai PAD Rp1,6 triliun, ini adalah lompatan luar biasa dari sekitar Rp500 miliar satu dekade lalu. Peningkatan 300% ini merupakan pencapaian yang jarang ditemukan di pemerintahan daerah,” ujar Danny Pomanto dalam sambutannya.

Kepala Bapenda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, menjelaskan bahwa Rakorsus ini tidak hanya membahas sinergitas, tetapi juga menjadi tahapan awal dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Makassar tahun 2026.

“Sesuai dengan tema kita, ‘Implementasi dan Inovasi Menuju PAD Rp2 Triliun di Tahun 2025’, rakorsus ini menjadi langkah awal agar seluruh pihak terkait berperan aktif dalam optimalisasi pendapatan daerah,” jelas Firman.

Ia menegaskan bahwa PAD memiliki peran strategis dalam mendukung belanja daerah yang telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Oleh karena itu, seluruh OPD dan BUMD diharapkan dapat meningkatkan penerimaan daerah melalui intensifikasi pemungutan serta ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan baru.

Pada kesempatan itu, Firman juga melaporkan pencapaian PAD Kota Makassar pada akhir 2024 yang mencatatkan rekor tertinggi sebesar Rp1,6 triliun.

Keberhasilan ini, menurutnya, tak lepas dari berbagai inovasi yang diterapkan, termasuk melalui aplikasi Pajak Terintegrasi dan Akuntabel (Pakinta).

“Dengan inovasi yang telah berjalan dan dukungan penuh dari semua pihak, saya optimistis target Rp2 triliun dapat terealisasi tahun ini,” katanya.

Danny Pomanto turut mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran OPD yang telah berkontribusi dalam peningkatan PAD.

Ia juga menegaskan bahwa menjelang akhir masa jabatannya, Pemkot Makassar tidak memiliki utang yang membebani pemerintahan berikutnya.

“Saya ingin menutup masa jabatan dengan kondisi keuangan yang sehat, tanpa utang, serta memastikan pengelolaan belanja berjalan dengan baik,” tegasnya.

Rakorsus ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam perencanaan dan strategi peningkatan pendapatan daerah, sehingga Makassar dapat terus berkembang dengan tata kelola keuangan yang lebih optimal. (*)