LUWU TIMUR — Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian desa melalui program Pandu Juara, yakni alokasi dana sebesar Rp2 miliar per desa bagi wilayah yang memiliki potensi ekonomi unggulan.
Hal itu disampaikan Irwan saat menghadiri Pesta Panen di Desa Tawakua, Kecamatan Angkona, Sabtu (8/11/2025).
Acara panen raya tersebut diikuti para petani dan kelompok tani setempat yang merayakan hasil kerja keras mereka selama musim tanam.
“Hasil panen tahun ini membuktikan semangat gotong royong dan kerja sama yang kuat dari seluruh kelompok tani di Desa Tawakua. Ini capaian yang patut kita syukuri,” ujar Irwan dalam sambutannya.
Dorong Infrastruktur dan Sarana Pertanian
Irwan juga menanggapi aspirasi warga terkait persoalan pengairan. Ia memastikan, baik pemerintah daerah maupun pusat sedang menyiapkan program pembangunan irigasi permanen di sejumlah lahan sawah, termasuk di Tawakua.
Selain itu, Pemkab Luwu Timur akan memberikan bantuan alat pertanian seperti pompa air, alat penyemprot hama, dan pipa guna memaksimalkan produktivitas petani.
“Kami akan bantu fasilitasi kebutuhan petani agar pekerjaan mereka lebih efisien. Dukungan alat dan sarana menjadi bagian dari komitmen kita untuk memperkuat ketahanan pangan di desa,” tegasnya.
Pandu Juara Jadi Motor Ekonomi Desa
Lebih jauh, Irwan menjelaskan bahwa program Pandu Juara merupakan salah satu instrumen Pemkab Luwu Timur untuk mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi desa.
Hingga saat ini, ada 33 desa yang telah didorong menjadi desa percontohan.
“Dengan Pandu Juara, desa diharapkan semakin berdaya dan mandiri. Dana yang disiapkan bisa digunakan untuk program produktif sesuai potensi masing-masing, seperti pengembangan lahan persawahan di Tawakua,” jelasnya.
Program ini, lanjut Irwan, tidak hanya memperkuat ekonomi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi pemerintah desa untuk berinovasi sesuai karakter wilayahnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Tawakua, Ramli, dalam laporannya menyebutkan bahwa di desanya terdapat sembilan kelompok tani aktif.
Ia menyampaikan aspirasi warga agar pemerintah memperhatikan perbaikan jalan usaha tani dan pembangunan jembatan permanen yang masih dibutuhkan untuk menunjang mobilitas hasil panen.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap infrastruktur pertanian. Jalan tani dan jembatan yang layak akan sangat membantu petani dalam mengangkut hasil panen,” ujar Ramli.
Pesta Panen di Tawakua turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur Hj. Harisah Suharjo, Kabag Prokopim Agus Thobarani, Kadis Lingkungan Hidup Muhammad Yusri, Camat Angkona, Kepala Desa Tawakua Paulus Leppong Saludung, Ketua APDESI Suharman, serta para penyuluh dan warga setempat.
Kehadiran para pejabat dan masyarakat secara bersama-sama menunjukkan dukungan luas terhadap upaya Pemkab dalam membangun kemandirian petani serta memperkuat sektor pertanian desa.
“Desa seperti Tawakua bisa menjadi contoh bagaimana kolaborasi dan semangat gotong royong menghasilkan kesejahteraan bersama,” tutup Irwan. (*)
























