MAKASSAR — Partai Gerakan Rakyat mulai memanaskan mesin politiknya di daerah dengan membidik basis dukungan Anies Baswedan pada Pilpres 2024 lalu.
Di Sulawesi Selatan, partai baru ini menargetkan konsolidasi terhadap sekitar dua juta pemilih Anies sebagai modal awal menghadapi Pemilu 2029.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi dan Syukuran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Rakyat Kota Makassar yang digelar pada Minggu (25/1/2026) di Kompleks BTN Paropo, Makassar.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pasca deklarasi nasional Partai Gerakan Rakyat pada Rapat Kerja Nasional I di Jakarta, 18 Januari 2026.
Acara yang dihadiri sekitar seratus kader dan simpatisan Gerakan Rakyat ini berlangsung khidmat dan diwarnai lantunan shalawat. Sejak pagi hari, para peserta yang dikenal sebagai loyalis Anies Baswedan tampak memadati lokasi acara untuk bersilaturahmi sekaligus mengikuti konsolidasi awal partai di tingkat kota.
Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Asri Tadda, dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian suara Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024 menjadi modal politik yang sangat strategis bagi Partai Gerakan Rakyat di Sulawesi Selatan.
“Pada Pilpres 2024 lalu, pasangan Anies–Muhaimin meraih sekitar dua juta suara di Sulawesi Selatan. Ini adalah basis elektoral yang sangat berharga. Jika setengahnya saja bisa kita pertahankan dan konsolidasikan sebagai dukungan untuk Partai Gerakan Rakyat, saya yakin Sulsel bisa kita menangkan,” ujar Asri.
Asri menjelaskan, Partai Gerakan Rakyat lahir dari proses konsolidasi panjang para pejuang perubahan pasca Pilpres 2024. Menurutnya, salah satu hambatan utama perjuangan politik Anies Baswedan selama ini adalah ketiadaan kendaraan politik yang mandiri.
“Kesadaran akan pentingnya partai politik sebagai wadah dan alat perjuangan itulah yang kemudian melahirkan Partai Gerakan Rakyat, yang dideklarasikan pada Rakernas I Gerakan Rakyat, 18 Januari 2026,” jelas Asri, yang juga menjabat Ketua DPW Ormas Gerakan Rakyat Sulsel.
Ia menambahkan, tantangan ke depan tidak ringan, terutama dalam memenuhi persyaratan administratif dan verifikasi untuk menjadi partai politik peserta Pemilu 2029. Karena itu, konsolidasi organisasi dan penguatan basis massa di daerah menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kota Makassar, Ustadz H. Firdaus Malie, menekankan pentingnya persatuan para pejuang perubahan dalam satu wadah politik yang terorganisasi. Ia menyebut Partai Gerakan Rakyat sebagai ruang baru perjuangan politik alternatif bagi rakyat.
“Sudah saatnya kita menyatukan warna bendera perjuangan. Kini ada Partai Gerakan Rakyat, dan di dalamnya juga ada Pak Anies Baswedan. Mari kita bersatu dan berjuang bersama menyongsong Pemilu mendatang,” kata Firdaus.
Dalam kesempatan tersebut, Firdaus juga mengisahkan perjalanan politiknya yang sempat menjauh dari dunia kepartaian. Namun, dorongan dari para sahabat dan jamaah Majelis Dzikir yang ia pimpin membuatnya kembali menerima amanah politik.
“Saya sempat tidak lagi tertarik mengurusi partai politik. Tetapi karena dorongan kawan-kawan, amanah sebagai Ketua Partai Gerakan Rakyat di Makassar akhirnya saya terima,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPD Ormas Gerakan Rakyat Kota Makassar, H. Paris, juga menyampaikan komitmen ormas dan partai untuk berjalan seiring dalam membesarkan Gerakan Rakyat di daerah.
“Semoga Gerakan Rakyat dapat terus kita besarkan di Kota Makassar, dengan semangat kebersamaan dan perjuangan,” katanya.
Rangkaian kegiatan silaturahmi dan syukuran ini ditutup dengan shalat Dzuhur berjamaah di Masjid Daarut Taubah binaan Ustadz Firdaus Malie, dilanjutkan dengan sujud syukur bersama dan pemotongan nasi tumpeng. Sejumlah pengurus DPW dan DPD Partai Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan turut hadir dalam kegiatan tersebut. (*)


























