MAKASSAR — Memasuki musim hujan, potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Makassar kembali meningkat.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Paccerakkang, yang dalam dua tahun terakhir tercatat sebagai kawasan endemis DBD dengan angka kasus cukup tinggi.
Kondisi lingkungan padat penduduk dan banyaknya tempat potensial bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti menjadikan wilayah ini rawan penularan penyakit.
Untuk itu, pemberdayaan masyarakat dinilai menjadi langkah kunci dalam upaya pengendalian vektor DBD secara berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Vektor Nyamuk DBD melalui Pelatihan dan Pendampingan PSN 3M Plus”, Jumat (24/10).
Kegiatan yang melibatkan mahasiswa Program Magister Kesehatan Lingkungan FKM Unhas ini berlangsung di wilayah kerja Puskesmas Paccerakkang, tepatnya di RW 6 Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Acara dibuka oleh Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas, Dr. Erniwati Ibrahim, S.K.M., M.Kes. Turut hadir perwakilan Puskesmas Paccerakkang, Fausiah Nurlan, S.K.M., M.Kes., selaku penanggung jawab program DBD, serta Kepala RW 6, Awaluddin, dan para ketua RT setempat.
Dalam sambutannya, Dr. Erniwati menegaskan pentingnya pendekatan berbasis masyarakat sebagai strategi efektif dalam menekan penyebaran DBD.
“Upaya pemberantasan sarang nyamuk tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Kuncinya adalah kolaborasi — antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah,” ujarnya.
Sebanyak 70 peserta, terdiri atas warga, kader kesehatan, dan perangkat RT, mengikuti pelatihan dengan antusias. Kegiatan dikemas interaktif melalui penyajian materi, tanya jawab, serta kuis edukatif yang memicu semangat peserta.
Dua narasumber utama turut hadir memberikan materi, yakni Dr. Erniwati Ibrahim dengan topik “Mengenal Jentik Nyamuk Aedes sp. dan Metode PSN 3M Plus” serta Muh. Fajaruddin Natsir, S.K.M., M.Kes. yang membawakan materi “Perilaku Nyamuk Aedes sp. dan Cara Pencegahan Gigitan Nyamuk”.
Metode PSN 3M Plus — Menguras, Menutup, dan Memanfaatkan kembali barang bekas, ditambah langkah “Plus” seperti menabur larvasida, menggunakan kelambu, dan menjaga kebersihan lingkungan — kembali digalakkan sebagai gerakan nyata pengendalian DBD berbasis rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, FKM Unhas berharap terbentuk komunitas masyarakat sadar DBD di Paccerakkang yang aktif melakukan pemantauan jentik dan menjaga lingkungan bebas genangan air.
“Kami ingin menjadikan RW 6 Paccerakkang sebagai contoh wilayah yang mampu menekan angka DBD melalui pemberdayaan masyarakat. Inilah implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tutup Dr. Erniwati.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat sebagai kunci sukses dalam menciptakan lingkungan sehat dan bebas DBD di Makassar. (*)


























