Luwu Timur

Didukung Donasi PT Vale, AMLT Fasilitasi Tiga Komunitas Musisi

Tim Redaksi
×

Didukung Donasi PT Vale, AMLT Fasilitasi Tiga Komunitas Musisi

Sebarkan artikel ini

Januari 2026 Kukuhkan Tiga Komunitas Musisi di Luwu Timur

Awal Tahun 2026, Asosiasi Musisi Luwu Timur Kukuhkan 3 Komunitas dan Salurkan Bantuan Alat Musik dari PT Vale

LUWU TIMUR — Asosiasi Musisi Luwu Timur (AMLT) dijadwalkan akan mengukuhkan tiga komunitas musisi yang berada di bawah naungannya pada Januari 2026 mendatang.

Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem musik daerah sekaligus mendorong produktivitas musisi lokal di Luwu Timur.

Tiga komunitas yang akan dikukuhkan tersebut masing-masing berasal dari tiga kecamatan berbeda, yakni Nuha Music Shelter (NMS) di Kecamatan Nuha, Wasuponda Music Community (WMC) di Kecamatan Wasuponda, serta Towuti Music Shelter (TMS) di Kecamatan Towuti.

Selain pengukuhan, AMLT juga akan menyerahkan bantuan alat musik kepada ketiga komunitas tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan aktivitas bermusik di tingkat lokal.

Ketua AMLT, Risal Mujur, menegaskan bahwa seluruh komunitas musisi yang berada di bawah naungan AMLT wajib memiliki legalitas resmi dan terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Luwu Timur.

“Semua komunitas musisi di bawah naungan AMLT wajib memiliki legalitas dan terdaftar di Kesbangpol Luwu Timur,” ujar Risal Mujur, Kamis (17/12/2025), dikutip dari PenaLutim.com.

Ia juga menekankan bahwa alat musik yang akan diserahkan kepada komunitas bersifat pinjam pakai, bukan untuk dimiliki secara pribadi atau kelompok.

Alat tersebut harus digunakan sesuai peruntukannya demi mendukung eksistensi dan produktivitas komunitas musisi.

“Alat musik itu untuk dipergunakan, bukan dimiliki. Jika komunitas tidak eksis atau alat tidak digunakan sesuai peruntukan, maka AMLT berhak menarik kembali alat musik tersebut,” jelasnya.

Menurut Mujur, kesepakatan bersama telah dibuat bahwa apabila dalam kurun waktu tiga minggu berturut-turut komunitas tidak menunjukkan aktivitas bermusik atau tidak memanfaatkan alat yang diberikan, maka AMLT akan melakukan penarikan.

“Ini sudah menjadi kesepakatan bersama. Alat musik harus benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Risal Mujur mengungkapkan bahwa pengadaan alat musik tersebut bersumber dari dana donasi PT Vale Indonesia dengan total nilai sebesar Rp120 juta.

Dana tersebut dialokasikan khusus untuk mendukung komunitas musisi di bawah naungan AMLT.

“Dana ini kami gunakan sepenuhnya untuk membeli alat musik. Karena keterbatasan anggaran, tahap awal baru bisa menjangkau tiga komunitas yang telah memiliki legalitas resmi,” tambahnya.

Adapun paket alat musik yang akan diserahkan kepada masing-masing komunitas meliputi satu set drum elektrik merek Nokku NK 460, speaker Hupper AK15A, mixer Yamaha MG12XU, tripod speaker DK706, kabel XLR, serta satu set mikrofon nirkabel Wisdom Ultra.

AMLT berharap, dukungan ini dapat mendorong lahirnya ruang-ruang kreatif yang sehat bagi musisi lokal, sekaligus memperkuat peran komunitas musik dalam pengembangan seni dan budaya di Kabupaten Luwu Timur. (*)