Luwu Timur

Pemkab Lutim Gandeng STC dan Mitra Dorong Kesehatan Anak Berbasis Sekolah

Tim Redaksi
×

Pemkab Lutim Gandeng STC dan Mitra Dorong Kesehatan Anak Berbasis Sekolah

Sebarkan artikel ini
Pemkab Lutim Dorong Senyum Sehat Anak Lewat Kolaborasi Strategis Healtier Smile ‎ ‎

LUWU TIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak melalui peluncuran program Healthier Smile Phase 8.

Program ini menitikberatkan pada intervensi kesehatan berbasis sekolah sebagai upaya jangka panjang membangun generasi yang lebih sehat.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kegiatan kick off Phase 8 dirangkaikan dengan pembentukan working group yang digelar di Aula Bapperida Luwu Timur, Malili, Rabu (29/4).

Inisiatif ini melibatkan berbagai mitra, di antaranya Save the Children (STC), Celosia Marennu Indonesia, serta Mars Snacking Foundation.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, menegaskan bahwa keberlanjutan program ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Program ini merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan generasi muda. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga non-pemerintah menjadi kunci untuk memastikan standar kesehatan anak terpenuhi secara merata,” ujarnya.

Ia berharap, program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan mampu mendorong perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan di kalangan siswa.

Sementara itu, Program Manager STC, Robert Nufninu, menjelaskan bahwa pada fase terbaru ini, pendekatan program tidak hanya berfokus pada kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga memperkuat peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

“Penguatan UKS menjadi pintu masuk untuk memastikan promosi kesehatan dilakukan secara konsisten, sehingga anak-anak terbiasa menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian,” jelasnya.

Hal senada disampaikan District Coordinator STC, Rina Zulwiyati, yang menyebut cakupan program terus diperluas. Jika pada fase sebelumnya menjangkau 21 sekolah, kini meningkat menjadi 25 sekolah.

Sekolah sasaran tersebut terdiri dari dua Sekolah Luar Biasa (SLB), dua madrasah, dan 21 sekolah dasar negeri yang tersebar di Luwu Timur.

Program Healthier Smile sendiri mengusung pendekatan terpadu dengan menggabungkan edukasi kesehatan gigi dan mulut, penerapan prinsip Water, Sanitation, and Hygiene (WASH), serta penguatan kesadaran lingkungan bagi anak usia dini.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Kementerian Agama Luwu Timur, sejumlah kepala OPD, serta Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) yang turut mendukung aspek teknis kesehatan dalam program.

Melalui sinergi ini, pemerintah daerah berharap program Healthier Smile dapat memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam meningkatkan kesehatan anak, tetapi juga membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah secara berkelanjutan. (*)