LUWU RAYA — Aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali menguat dan menggema dari berbagai wilayah di Luwu Raya.
Gelombang tuntutan tersebut disuarakan serentak oleh elemen masyarakat Wija To Luwu yang datang dari Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, hingga Luwu Timur.
Aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan perbatasan Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu Timur, Senin (5/1/2026), mendapat perhatian khusus setelah Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, turun langsung menemui massa.
Kehadiran kepala daerah itu menjadi simbol dukungan politik terbuka terhadap perjuangan pemekaran wilayah tersebut.
Di hadapan para pengunjuk rasa, Andi Abdullah Rahim menegaskan sikap pribadinya sekaligus sikap moral sebagai pemimpin daerah yang mendukung penuh pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa aspirasi tersebut merupakan kehendak bersama masyarakat Tanah Luwu tanpa terkecuali.
“Saya secara pribadi menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya. Saya meyakini, tidak ada satu pun Wija To Luwu yang menolak pemekaran ini. Ini adalah keinginan kolektif orang Luwu di mana pun berada,” tegasnya.
Menurut Andi Abdullah Rahim, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya bukan sekadar tuntutan administratif, melainkan ikhtiar besar yang lahir dari kesadaran masyarakat akan kebutuhan pemerataan pembangunan dan penguatan pelayanan publik di wilayah Luwu Raya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyuarakan aspirasi tersebut dengan cara-cara yang santun, beradab, dan tetap berada dalam koridor hukum serta peraturan perundang-undangan.
“Mari kita perjuangkan aspirasi ini secara bersama-sama, dengan cara yang bermartabat, tertib, dan sesuai aturan. Ini perjuangan yang suci dan harus dijaga marwahnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Luwu Utara berharap pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dapat mendengar dan merespons suara masyarakat Wija To Luwu.
Ia optimistis aspirasi tersebut dapat menemukan jalan terbaik menuju realisasi.
“Kami berharap Bapak Presiden Prabowo Subianto mendengarkan suara rakyat Tanah Luwu. Provinsi Luwu Raya adalah cita-cita bersama dan harapan besar masyarakat kami,” tuturnya.
Kehadiran Andi Abdullah Rahim di tengah-tengah massa aksi disambut hangat oleh para pengunjuk rasa. Mereka menilai dukungan terbuka dari kepala daerah menjadi energi tambahan bagi konsolidasi perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Para peserta aksi berharap sikap Bupati Luwu Utara tersebut dapat diikuti oleh seluruh kepala daerah di wilayah Luwu Raya, sehingga perjuangan pemekaran wilayah semakin solid dan memiliki kekuatan politik yang lebih besar.
“Semoga semua kepala daerah di Luwu Raya bersatu dan berdiri bersama rakyat untuk memperjuangkan Provinsi Luwu Raya,” ujar salah seorang peserta aksi. (*)


























