Berita

PT Vale Respons Kritik WALHI Sulsel, Sebut Penanganan Kebocoran Pipa Sudah Tuntas

Tim Redaksi
×

PT Vale Respons Kritik WALHI Sulsel, Sebut Penanganan Kebocoran Pipa Sudah Tuntas

Sebarkan artikel ini

PT Vale Klaim Pembersihan Rampung dan Kompensasi Berjalan

Pipa Minyak PT Vale
Ilustrasi penanganan kebocoran pipa minyak PT Vale di Towuti beberapa waktu lalu (Foto: Vale)

LUWU TIMUR – PT Vale Indonesia Tbk memberikan klarifikasi atas sorotan publik terkait penanganan insiden kebocoran pipa minyak yang terjadi di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, pada 23 Agustus 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap kritik dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan yang menilai penanganan tumpahan minyak belum sepenuhnya tuntas.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Melalui keterangan resmi, perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjawab setiap masukan secara terbuka, faktual, dan bertanggung jawab.

Head of Corporate Communication PT Vale, Vanda Kusumaningrum, menyampaikan bahwa perusahaan menghormati kebebasan berpendapat sebagai bagian dari prinsip demokrasi, selama disampaikan secara bertanggung jawab dan berbasis data yang akurat.

Respons atas Kekhawatiran Publik

PT Vale mengakui adanya kekhawatiran masyarakat terkait dampak lingkungan dan sosial akibat insiden tersebut. Perusahaan menilai perhatian publik sebagai hal yang wajar dan penting untuk ditindaklanjuti secara transparan.

“Kami memandang ini sebagai perhatian yang sah dan perlu dijawab secara terbuka, faktual, dan bertanggung jawab,” ujar Vanda dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Perusahaan menyebut sejak hari pertama kejadian telah melakukan langkah cepat, mulai dari menghentikan sumber kebocoran, melakukan pembersihan di seluruh area terdampak, hingga pemantauan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Selain itu, PT Vale juga melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait dalam proses penanganan.

Perusahaan mengklaim bahwa proses pembersihan di area terdampak telah diselesaikan. Sementara itu, realisasi kompensasi kepada masyarakat hingga 30 Maret 2026 telah mencapai 75,65 persen.

“Kompensasi terus berjalan secara transparan dan akuntabel,” kata Vanda.

Penguatan Sistem dan Komitmen Lingkungan

Di luar penanganan darurat, PT Vale menyatakan telah melakukan evaluasi menyeluruh dan penguatan sistem untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Langkah tersebut mencakup peningkatan standar operasional, sistem pemantauan, serta pengawasan internal yang lebih ketat.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya terhadap perlindungan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab jangka panjang.

“Menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi tanggung jawab moral yang harus dibuktikan melalui tindakan nyata dan terukur,” tutupnya.

PT Vale juga membuka ruang dialog dengan berbagai pihak guna memastikan setiap informasi yang beredar dapat diklarifikasi secara objektif dan berbasis data. (*)