Berita

PT Vale Jadi Acuan, DPRD Lutim Minta PT PUL Benahi Pengelolaan Limbah

Tim Redaksi
×

PT Vale Jadi Acuan, DPRD Lutim Minta PT PUL Benahi Pengelolaan Limbah

Sebarkan artikel ini
Limbah Tambang Nikel PT PUL di Ussu Luwu Timur
Limbah Tambang Nikel PT PUL di Ussu Luwu Timur

LUWU TIMUR — Praktik pengelolaan lingkungan yang diterapkan PT Vale Indonesia Tbk dinilai layak menjadi rujukan bagi perusahaan tambang lain di Luwu Timur, di tengah sorotan terhadap sistem limbah di sejumlah wilayah operasional.

Anggota DPRD Luwu Timur, Erick Estrada, secara khusus mendorong PT Prima Utama Lestari (PUL) untuk melakukan pembenahan serius dengan mengadopsi praktik pengelolaan limbah yang lebih baik.

Menurutnya, keberhasilan PT Vale dalam menjaga kualitas lingkungan dapat dilihat dari kondisi Danau Matano yang tetap terjaga meski berada di kawasan tambang.

“PT Vale dalam pengelolaan limbah sangat baik. Ini bisa dilihat dari Danau Matano yang sampai sekarang tetap tidak tercemar,” ujarnya, Rabu (08/04).

Ia menilai, pendekatan yang diterapkan PT Vale menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan tetap dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan, selama didukung sistem pengelolaan yang tepat.

Di sisi lain, Erick menyoroti perlunya perbaikan di tubuh PT PUL, menyusul temuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur saat melakukan peninjauan di lokasi tambang di Desa Ussu, Kecamatan Malili.

Dari hasil inspeksi tersebut, ditemukan sejumlah persoalan teknis yang diduga menjadi penyebab keruhnya air Sungai Ussu.

Salah satu temuan utama adalah jebolnya settling pond di area Blok 3 yang tidak mampu menampung air buangan dari area tambang. Selain itu, kapasitas kolam penampungan dinilai tidak memenuhi standar, serta lokasinya terlalu dekat dengan aliran sungai.

Kondisi tersebut diperparah dengan belum optimalnya proses pengolahan (treatment) limbah, sehingga air yang mengalir ke sungai berada dalam kondisi keruh.

Situasi ini memicu perhatian publik, termasuk dari masyarakat, mahasiswa, dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat di Luwu Timur.

Erick menegaskan, kondisi tersebut harus segera dibenahi agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.

Menurutnya, praktik yang telah diterapkan PT Vale dapat menjadi contoh konkret bahwa pengelolaan limbah yang baik bukan hal yang mustahil.

“Ini bukan hanya soal produksi, tapi bagaimana perusahaan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap seluruh perusahaan tambang, termasuk PT PUL, dapat meningkatkan standar pengelolaan lingkungan dengan mengacu pada praktik terbaik yang telah terbukti berjalan efektif.

Dengan demikian, aktivitas pertambangan di Luwu Timur diharapkan tetap memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan. (*)